JAKARTA – Menteri Koordinator Imigrasi Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, bersama wakilnya Otto Hasibuan, menemui Direktur Eksekutif Lokataru, Delpedro Marhaen, yang kini berstatus tersangka kasus demo ricuh akhir Agustus lalu. Pertemuan berlangsung di balik penjara dan menyinggung soal proses hukum serta keyakinan Delpedro atas posisinya.

Delpedro ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan melanggar Undang-Undang ITE dan penghasutan. Polisi menilai, perannya dalam aksi tersebut membuat banyak anak di bawah umur ikut turun ke jalan.

Meski demikian, Delpedro menegaskan dirinya tidak bersalah. "Insya Allah saya siap menghadapi proses hukum. Saya percaya keadilan akan berpihak, karena saya tidak bersalah," ujarnya, seperti dikutip dari akun resmi Instagram Yusril, Selasa (9/9/2025). 

Mendengar hal itu, Yusril menyatakan dukungannya agar Delpedro berani mempertahankan pembelaannya. "Delpedro sepakat dengan saya bahwa dia harus melakukan perlawanan untuk membela diri jika merasa tidak bersalah. Sebagai aktivis, tentu dia harus melakukan pembelaan dengan cara yang elegan," tulis Yusril.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran advokat dalam mendampingi tersangka kasus politik atau demonstrasi. "Saya berharap para advokat yang mendampingi dirinya dapat melakukan tugasnya secara maksimal," tambahnya.

Meski memberikan dukungan moral, Yusril menegaskan dirinya tidak akan mencampuri kasus hukum yang sedang berjalan. Fokusnya, kata dia, adalah memastikan hak-hak para tahanan dihormati dan dipenuhi aparat penegak hukum.

"Saya tidak ingin mencampuri proses hukum. Saya hanya ingin memastikan semua tahanan terkait demo akhir Agustus diperlakukan sesuai hukum acara berlaku, serta hak asasi mereka dihormati," tandas Yusril. 

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan intervensi, melainkan bagian dari fungsi pengawasan terhadap perlakuan aparat kepada tersangka demo yang banyak disorot publik. ***