PEKANBARU - Sekitar 7,5 bulan kedepan, Indonesia akan menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) serentak. Yakni, Pemilu Legislatif yang akan memilih anggota DPR, DPD dan DPRD, baik DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Kemudian, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang saat ini sudah diketahui ada 2 pasang yang akan memperebutkan kursi RI 1 dan RI 2.

Bupati Amril Mukminin mengatakan, sebagai bagian dan pilihan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, esensi Pilig dan Pilpres serentak 2019, adalah salah satu sarana untuk kian memperkuat rekatan semangat kebhinekaan seluruh anak bangsa, tidak terkecuali di Kabupaten Bengkalis.

"Sebagai sebuah perwujudkan demokrasi yang telah kita sepakati bersama, Pileg dan Pilpres serentak tahun 2019, bukanlah dua mata gunting yang memutuskan. Sebaliknya, ibarat jarum dan benang yang berpadu untuk menyatukan," ujar mantan Kepala Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir ini, Selasa (4/9/2018) pada acara deklarasi Pileg dan Pilpres tahun 2019 yang aman, damai dan sejuk di Kabupaten Bengkalis.

Deklarasi yang diikuti hampir seribu orang tersebut, dipusatkan di lapangan Koramil 04 Mandau, jalan Jenderal Sudirman, di kawasan Simpang Pokok Jengkol, Kelurahan Batang Serosa, Duri, Kecamatan Mandau.

Sesuai ikrar dalam deklarasi itu, Bupati Amril mengajak seluruh warganya untuk mendukung dan mengawal pesta demokrasi 5 tahunan tersebut berlangsung demokrasi, aman, damai dan sejuk.

"Mari kita dukung dan kawal, sehingga seluruh tahapan Pileg dan Pilpres tahun 2019 yang pelaksanaannya tinggal 7 bulan dan 13 hari lagi, khususnya di Kabupaten Bengkalis, Negeri Junjungan ini, berlangsung demokrasi, aman, damai dan menyejukkan kita semua," ajaknya.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini untuk mendukung Pileg dan Pilpres 2019 mendatang terlaksana tanpa hoax, persekusi, politisasi SARA, politik uang, serta tanpa saling hujat, dan saling menabur ujaran kebencian.

"Mari kita nyalakan lampu aspirasi dan keinginan kita, tanpa harus mematikan lentera pilihan orang lain," ajak mantan Kepala Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir ini.

Tampak hadir dalam deklarasi itu berbagai komponen masyarakat, seperti Partai Politik, pelajar dan tenaga pendidik, pengurus dan anggota paguyuban, organisasi kemasyarakatan pemuda dan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten/Kecamatan tersebut, diantaranya Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Rahmanto, kemudian, Ketua MUI H Amrizal, Ketua KPU Defitri AKbar, Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR H Zainuddin Yusuf, Dandim 0303/Bengkalis yang diwakili Danramil 04 Mandau, Kapten (Inf) Y Mendrofa.***