
PEKANBARU, GORIAU.COM - Hingga periode Oktober 2012, Nilai Tukar Petani (NTP) Riau naik 0,17 persen dari 103,61 pada bulan September menjadi 102,79 pada Oktober 2012. Naiknya NTP ini menunjukkan menguatnya daya beli yang berdampak pada kesejahteraan petani.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau melalui Kepala Bidang (Kabid) Statistik Distribusi, Dewi Kristiani kepada wartawan, Jumat (2/11/2012) di ruangan kerjanya mengatakan, kenaikan ini disebabkan indeks harga yang diterima oleh petani naik sebesar 0,26 persen. Sedangkan indeks harga yang dibayarkan petani hanya mencapai 0,09 persen.
''Kondisi ini digambarkan hal pendataan dilakukan. NTP Tanaman Pangan tercatat sebesar 114,03. NTP Hotikultura sebesar 116,00. NTP Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 98,74. NTP Peternakan sebesar 101,31. NTP Nelayan sebesar 90,89. Hal ini yang membuktikan terjadi peningkatan kesejahteraan,' katanya.
Komoditas yang memberi andil terbesar kenaikan harga diterima petani terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,59 persen. Kenaikan ini disebab naiknya harga karet sebesar 1,32 persen. Kemudian indeks harga dibayar petani yang tertinggi itu terjadi pada subsektor perikanan 0,12 persen.
''Naiknya indeks dibayar petani ini, juga disebabkan naiknya harga barang yang merupakan konsumsi rumah tangga. Seperti halnya harga cabe dan gado-gado yang masingnya itu sebesar 0,05 persen dan 0,04 persen. Kenaikan beras dengan 0,03 persen. Ikan tongkol dan udang naik 0,02 persen,'' kata Kristiani.
Dikesempatan itu dia juga mengatakan, pada bulan Oktober 2012 terjadi inflasi di daerah pedesaan disebabkan kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran konsumsi rumah tangga. Katanya, di kelompok sandang sebesar 0,51 persen, juga diikuti kelompok makanan dan rokok tembakau sebesar 0,20 persen.
''Kemudian kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen. Kelompok perumahan sebesar 0,13 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi, olahraga masing-masingnya sebesar 0,06 persen. Kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,04 persen. Serta kelompok bahan makanan yang tercatat sebesar 0,03 persen," katanya.
Kristiani juga menambahkan, laju inflasi di daerah pedesaan di Provinsi Riau pada bulan Oktober 2012 tercatat sebesar 0,12 persen. Sementara katanya untuk inflasi year on year (Oktober 2012 terhadap Oktober 2011,red) tercatat nilai sebesar 4,14 persen. Dan inflasi komulatifnya sebesar 3,61 persen. (rdi)