PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Bagi pemerintah, data yang dikumpulkan selama dua setengah bulan ke depan adalah fondasi krusial dalam menyusun kebijakan pembangunan berkualitas.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi menekankan bahwa data yang akurat adalah langkah awal untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Fondasi untuk Inovasi Daerah

"Saya selalu meyakini bahwa data bukan sekadar angka, tetapi fondasi pembangunan. Kebijakan yang tepat akan lahir dari data yang presisi," ungkap Syahrial Abdi saat membuka pencanangan sensus di Halaman Kantor Gubernur Riau, Minggu (14/6/2026).

Di tengah tantangan fluktuasi dana transfer pusat dan defisit anggaran, Riau kini berupaya keras mendorong sistem ekonomi yang inklusif. Sensus ini akan membantu pemerintah daerah dalam:

  • Memetakan sektor potensial seperti pertanian, pariwisata, dan perikanan.
  • Mengukur efektivitas intervensi ekonomi bagi masyarakat.
  • Menyusun strategi menghadapi tantangan ekonomi masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Sinergi Lintas Sektor

Kesuksesan sensus ini sangat bergantung pada sinergi antara BPS, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga media massa. Masyarakat diajak untuk proaktif dalam memberikan data yang jujur kepada petugas di lapangan.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat daya saing daerah, sehingga pembangunan yang dilakukan pemerintah benar-benar berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Riau. ***