
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kesibukan dan fokus penanganan kabut asap dan kebakaran lahan oleh Tim Satgas, membuat perhatian kepada mereka jarang tersentuh. Ketua Satgas Karhutla Riau, Brigjen TNI Nurendi menyebutkan, akan ada pergantian secara terukur untuk masing-masing petugas di lapangan nantinya.
"Kita juga harus memikirkan mereka. Perhatian juga harus diarahkan kepada mereka. Jangan sampai paru-paru mereka tidak sehat karena berada di lapangan menangani kabut asap," kata Nurendi yang juga merupakan Danrem 031 Wirabima.
Dirinya meminta untuk melakukan pergantian anggota jaga setidaknya setiap 3-5 hari hingga check-up kesehatan paru-paru. "Harus dilakukan pergantian setidaknya setiap minimal 3 hari dan maksimal 5 hari," paparnya di rapat evaluasi harian di Posko Karhutla, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Selasa (8/9/2015).
Berdasarkan laporan dari satgas Manggala Agni, wilayah lain seperti Sulawesi, terjadi kebakaran tetapi tidak ada asap karena tanahnya mengandung mineral, berbeda dengan tanah di Riau yang isinya gambut.
Sehingga butuh kerja yang ekstra untuk melumpuhkan gambut yang terbakar. Terkait masalah kesehatan, pihak Manggala Agni juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan telah memberi obat dan masker.
Sedangkan laporan dari Tim Satgas Udara, Kapten Yudi Ameriza, mengatakan, hari ini, Selasa (8/9/2015), akan ada pelaksanaan 'water bombing' (pemboman air) ke Langgam di area sekitar PT RAPP dan untuk pesawat air tractor pukul 11.27 WIB tadi meluncur untuk 'water bombing' ke Provinsi Jambi.***