
PEKANBARU, GORIAU.COM - Ratusan guru yang terdiri dari ibu-ibu mendatangi kantor Walikota Pekanbaru sejak pagi, Rabu (23/6/2015). Kedatangan mereka sebagai bentuk protes atas pemotongan dana sertifikasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Mereka menuntut agar Kadisdik Prof. Zulfadil dicopot dari jabatannya.
"Kami tidak terima dipotong begitu saja, terlalu banyak Zulfadil memakan duit kami, belum lagi bikin aturan Koperasi UPTD, serta pemotongan zakat profesi. Kami minta Zulfadil turun," kata Kordinator Lapangan unjuk rasa para guru tersebut.
Para Cik Gu dari berbagai sekolah di Pekanbaru ini juga mengatakan, Walikota Pekanbaru H Firdaus ST MT terlalu lamban merespon apa yang menjadi permasalahan para guru. Berbeda saat Walikota dipimpin H. Herman Abdullah. "Masa Pak Herman malah kami para guru diberikan uang transportasi tiap bulan," ujar yang lain.
Menurut salah seorang guru lainnya yang minta dilindungi identitas, Petunjuk Teknis (Juknis) Peraturan Menteri Pendidikan yang selama ini menjadi senjata pihak Disdik melakukan pemotongan tidak pernah disosialisasikan. "Kami khawatir mereka salah menafsirkan peraturan. Karena pemotongan ini hanya terjadi di Pekanbaru, tidak di tempat lain," lanjutnya.
Guru yang mengaku mengajar di salah satu SMP negeri ini khawatir pemotongan itu dimanfaatkan untuk kepentingan sepihaj Disdik Pekanbaru saja. "Kami menangis dek, hanya dana sertifikasi yang kami harapkan. Kalau gaji maklum saja, SK kami banyak yang digadai ke bank. Sampai hati harus dipotong," ulang dia.
Dia juga kecewa karena pemotongan itu dilakukan dengan tidak manusiawi. Seandainya pemotongan sesuai dengan persentase ketidakhadiran, kemungkinan para guru tidak mempermasalahkan. "Ini kami izin sakit satu hari langsung dipotong sekian juta, aturan apa itu? Memangnya kami bekerja seperti robot," tegasnya.
"Jujur saja, kami tidak tahu dengan adanya aturan pemotongan dana sertifikasi. Kalau kami tahu tak mungkin kami mengadu ke dewan," sambung dia.
Sebelumnya diketahui, pemotongan yang dilakukan Diknas hingga mencapai belasan juta. Kadisdik Zulfadil menyebutkan bukan pemotongan, melainkan memang tidak diberikan.(rul)