BENGKALIS-GORIAU.COM - Dampak gangguan kabel bawah tanah yang merupakan jaringan utama (express feeder) di Jalan Hangtuah, mengharuskan PLN melakukan pemadaman total selama dua hari untuk sebagian besar pelanggan. Berdasarkan daya yang disalurkan, tercatat ada sekitar 70 persen pelanggan yang tidak bisa menikmati listrik sejak Subuh Sabtu lalu.

"Dari 70 persen pelanggan itu, daya yang disalurkan dalam kisaran 10 MW. Besar memang karena wilayah perkotaan termasuk di dalamnya," ujar Plh Manajer PLN Ranting Bengkalis, Restu,Minggu (6/4/2014).

Begitu gangguan terjadi, sambung Restu, pihaknya langsung melakukan survei di lapangan. Sebelumnya, berdasarkan sistem yang ada di PLTD Pengkalan Batang, sudah bisa diketahui kalau gangguan terjadi pada kabel bawah tanah. Namun, dengan panjangnya jaringan, harus dilakukan penggalian baru bisa diketahui pada titik mana terjadi gangguan.

Kabel tersebut menurut Restu, menyalurkan daya dari gardu induk ke gardu hubung. Ada empat feeder yang mendapatkan suplai dari express feeder tersebut dengan total keseluruhan mencapai 70 persen pelanggan. Sisa 30 persen lagi tetap bisa mendapatkan suplai listrik karena langsung mendapatkan daya dari PLTD Pengkalan Batang.

''Seperti desa Kelapapati hingga ke Meskom, tidak mengalami gangguan. Memang sempat terjadi pemadaman ketika kita melakukan tracing lokasi gangguan. Namun setelah diketahui penyebabnya, maka listrik ke arah sana kita nyalakan kembali,'' kata Restu.

Baru sekitar pukul 00.15 WIB petugas di lapangan bisa mengetahui titik yang pasti peyebab terjadinya gangguan. Gangguan penyebab padamnya sistim Bengkalis terjadi pada  sambungan kabel tanah 20 KV, titik lokasi di depan PLN lama Hangtuah. Kondisi kabel tersebut terdapat luka berlobang pada isolasi persis pada sambungan sehingga menyebabkan terjadi hubungan singkat dengan tanah.

Upaya perbaikan menurut Restu dilakukan dengan penggantian kabel tanah dengan yang baru dan disambung ulang. Dikatakan, kabel yang dipotong sekitar 10 meter. Sebelumnya ada rencana dengan menambahkan tiang bantu, tapi berdasarkan pertimbangan waktu penanggulangan akan lebih cepat dari pada rencana pertama.

Atas nama seluruh manajemen PLN, Restu menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya gangguan yang tidak terduga tersebut. Pihaknya tetap mengupayakan gangguan ini bisa secepatnya teratasi.(jfk)