TELUKKUANTAN - Bastian, tokoh masyarakat Inuman akhirnya memilih berdamai dengan Erdizal, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Keduanya terlibat perseteruan pada 13 Januari 2016 silam.

"Setelah saya pikir, ternyata tak ada gunanya kasus ini diperpanjang. Usut punya usut, ternyata kami masih ada hubungan keluarga," ujar Bastian, Kamis (2/6/2016) di Mapolres Kuansing.

"Ini murni, tak ada saya terima uang, seperti yang diisukan banyak orang di luar sana," tegas Bastian. Ia menyatakan, perdamaian dirinya dengan Erdizal sudah dilakukan beberapa minggu lalu.

"Setelah keluarga saya bertemu dengan keluarga Bang Erdizal, kami sepakat untuk damai dan mengajukan surat permohonan pencabutan tuntutan di Polres," terang Bastian.

Senada dengan itu, Erdizal juga menyampaikan permohonan maaf kepada Bastian secara terbuka. Kini, antara keduanya sudah seperti saudara dan tidak ada persoalan.

"Ada hikmah yang bisa kami ambil dari kejadian ini. Kini, hubungan keluarga kami semakin erat. Untuk itu, saya mengucapkan terimakasih kepada Polres Kuansing beserta jajaran yang telah memediasi kami," tutur Erdizal.

Erdizal menyatakan, perdamaian antara dirinya dengan Bastian tidak terlepas dari Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi, SAg.

Sementara itu, Kapolres Kuansing AKBP Edy Sumardi P, SIk menyatakan polisi bertugas untuk mengayomi masyarakat. "Sebelum melakukan upaya hukum, kita lakukan upaya mediasi."

"Alhamdulillah, keduanya datang kepada saya untuk berdamai. Ini bukti bahwa kami siap menjadi mediator yang solitif," ujar Edy.

Dikatakan Edy, perselisihan antara Erdizal dan Bastian terjadi saat hearing di DPRD Kuansing. Ketika itu, DPRD mencoba memediasi antara SPSI Niba dan PT GSL. Namun, terjadi ketegangan yang berakhir dugaan pemukulan.

"Kita sudah memproses perkara ini, mulai dari menerima laporan, memanggil saksi-saki dan melakukan upaya mediasi. Alhasil, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai," terang Edy.***