PEKANBARU - Dalam tempo seminggu, Kota Pekanbaru, Riau sudah terjadi dua kali penemuan bayi yang meninggal. Bayi-bayi tersebut baru saja dilahirkan dan ditinggalkan oleh orang tua mereka, hingga akhirnya kehilangan nyawa. Penemuan terakhir adalah mayat bayi di bawah Jembatan Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Kamis pagi (27/7/2023).

Sebelumnya, mayat bayi juga ditemukan Jumat (21/7) sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Amal Bakti, Kelurahan Labuh Baruh Timur, Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru, tepat di depan sebuah Ruko. Penemuan ini menjadi viral di media sosial, dengan sebuah video berdurasi 1 menit 6 detik yang memperlihatkan warga membuka isi kantong plastik yang dipenuhi lalat.

"Dalam proses investigasi ini, tim kami telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi. Saat ini, penyidik masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," ungkap Kapolsek Payung Sekaki, AKP Nursyafniarti, ketika membenarkan informasi tersebut.

Sementara itu, mayat bayi kedua ditemukan di bawah jembatan Jalan Tuanku Tambusai Ujung, tepatnya di anak sungai di bawah Jembatan, Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Saat itu, seorang pemulung bernama Bobi (36) sedang memulai aktivitasnya setelah salat Subuh pada Kamis (27/7). Dia melihat ada kantong plastik mencurigakan di pinggir sungai.

"Bobi awalnya melihat satu kantong plastik yang terletak di sungai kecil. Dia mengajak temannya mendekati kantong plastik tersebut. Setelah dibuka, ternyata berisi jasad bayi," ungkap Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Berry Juana.

Saat mencoba mengambil kantong plastik itu, tanpa sengaja kantong tersebut hanyut dan terbawa arus sekitar 100 meter ke seberang jembatan. Bobi kemudian menghubungi pihak kepolisian dan mengikuti kemana arah mayat bayi tersebut terbawa arus. Tak lama kemudian, bayi itu terdampar di tengah sungai yang kering.

"Penyidik langsung mendatangi lokasi penemuan mayat bayi tersebut. Kemudian penyidik melakukan olah TKP. Kita sedang selidiki siapa orang tua bayi tersebut,'' ujar Berry. (grc2)