
JAKARTA, GORIAU.COM - Kasus suap dan korupsi yang membelit pejabat negara, kerap bermula dari aktivitas di lapangan golf. Hal ini dikuatkan dengan pengakuan mantan kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, tersangka kasus suap SKK Migas yang belum lama ini ditangkap KPK.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan pun ikut angkat bicara. Sebagai pemegang komando perusahaan-perusahaan BUMN, Dahlan melarang seluruh jajaran direksi BUMN untuk bermain golf. Bahkan jika kedapatan bermain golf, dan dilakukan saat jam kerja, dia tak sungkan untuk memecat direksi tersebut.
''Tentu itu tidak boleh, latihan golf pun tidak boleh, apalagi di saat jam kerja,'' kata Dahlan di Sabuga ITB, Bandung, Rabu (28/8).
Sebelum adanya, aturan tersebut, kementeriannya sudah memberlakukan pelarangan direksi bermain golf. Langkah itu tidak hanya untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, tapi juga untuk memaksimalkan kinerja direksi perusahaan pelat merah.
''Kenapa tidak boleh? Alasan pertama karena itu jika dilakukan di hari kerja. Kedua, kan tidak ada hubungannya main golf dengan BUMN,'' ungkapnya.
Sebelumnya, tersangka kasus suap SKK Migas, Rudi Rubiandini akhirnya blak-blakan mengenai asal mula kasus yang menyeret namanya. Sambil mengelus dada, Rudi menceritakan semuanya.
''Semua berawal dari lapangan golf, kalau saya tidak main golf pasti juga tidak akan seperti ini. Yang penting saya tidak korupsi, tidak peras orang. Memang salah saya ada orang yang kasih saya terima,'' ujar Rudi di ruang tahanan KPK, Senin (26/8).***Â