
MEDAN – Sebuah video curahan hati seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, viral di media sosial setelah mengaku kesulitan naik pangkat menjelang masa pensiun. Dalam video itu, bidan bernama Farida mengeluhkan rumitnya proses kenaikan pangkat dan dugaan pungutan liar yang pernah ia alami.
“Saya merasa dizalimi, sudah mau pensiun tapi tetap golongan dua. Naik pangkat di Deli Serdang sangat sulit. Tolong Pak Presiden Prabowo Subianto bantu kami,” ucap Farida dalam video yang beredar luas di berbagai platform, Sabtu (1/11).
Keluhan tersebut mendapat perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengaku langsung dihubungi pihak Istana untuk menindaklanjuti persoalan yang dialami Farida. “Video yang dibuat Bu Farida ditanggapi langsung oleh Bapak Presiden. Kami diminta menyelesaikan persoalan ini, dan Alhamdulillah siang ini sudah tuntas,” ujar Bobby di Medan, Minggu (2/11).
Bobby memediasi pertemuan antara Farida dan Bupati Deli Serdang, Asri Ludin. Dalam hasil pertemuan itu, diputuskan bahwa Farida akan mendapatkan kesempatan remedial ujian dinas yang menjadi syarat kenaikan pangkat. “Satu minggu lagi akan dilakukan remedial bagi Bu Farida dan ASN lain yang belum lulus ujian,” jelas Bobby.
Terkait isu pungutan liar yang sempat disebut dalam video, Bobby meluruskan bahwa hal tersebut tidak berkaitan dengan ujian kenaikan pangkat. “Pungli yang dimaksud Bu Farida bukan terkait ujian dinas, tapi pengalaman pribadi saat mengurus izin kuliah pada tahun 2019,” tegasnya.
Farida yang hadir dalam pertemuan itu juga mengklarifikasi ucapannya di video viral tersebut. “Saya mau klarifikasi, ujian dinas tidak ada pungli. Yang saya maksud pungli itu waktu izin kuliah di tahun 2019, dan sudah saya sampaikan siapa oknumnya,” ujarnya.
ASN golongan II yang akan pensiun pada Maret 2026 itu menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Gubernur Bobby Nasution, dan Bupati Deli Serdang atas perhatian dan tanggapan cepat terhadap keluhannya. “Saya sangat berterima kasih, semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kami hanya ingin dihargai dan diberi kesempatan naik pangkat secara adil,” ucapnya dengan haru.
Bobby berharap kasus Farida menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemerintah daerah agar transparansi dalam manajemen ASN terus diperkuat. “Kita ingin sistem yang lebih terbuka dan adil, supaya tidak ada lagi ASN yang merasa terabaikan,” pungkasnya. ***