
DURI - Bakso memang sudah menjadi menu khusus bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, sehingga saat bosan dengan makanan rumah, menu makanan pertama yang terpikirkan adalah bakso. Begitu juga saat cuaca dingin seperti saat hujan akan turun, bakso juga menjadi primadona.
Melihat jajanan kuliner bakso di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, jumlahnya sangat banyak. Mulai dari pedagang bakso keliling dengan gerobak, keliling dengan sepeda motor, berdiri diemperan toko dengan gerobak, berdiri di dalam ruko satu hingga dua pintu dan di dalam pusat perbelanjaan seperti Mall.
Baca Juga: Festival Kuliner di Tangerang
Namun mereka yang suka dengan Bakso ini akan mencari rasa yang sangat enak dan luar biasa. Sejumlah pedagang bakso secara bergantian akan dicoba untuk mengetahui kualitas rasa makanan berbahan daging sapi dibentuk bola yang disajikan dengan kuah panas mendidih.
Sebagai bahan referensi buat anda yang suka bakso, tidak ada salahnya mencoba bakso 'Pakde Basuki' di Jalan Hangtuah, Duri tepatnya di depan SD bertingkat, atau disamping Jalan Purnama, atau dekat Swalayan Sari Guna.
Percaya atau tidak, dari pantauan GoRiau.com (GoNews Grup) hampir setiap hari pembeli yang datang membeli bakso pria asal Wonogiri itu mayoritas datang menggunakan mobil. Padahal bakso Pakde Basuki ini tidak berdiri di dalam ruko yang bagus, melainkan hanya menumpang diteras ruko yang tidak ada aktivitas jual beli.
Mulanya, gerobak bakso Pakde Basuki ini agak sedikit dekat dengan ruas Jalan. Namun karena kebaikan pemilik ruko, ia ditawarkan teras ruko untuk menggelar meja dan kursi. Dengan tujuan, agar pelanggannya tidak lagi makan bakso diatas kendaraan masing-masing karena keterbatasan bangku dan meja.
Baca Juga: Mie Kocok Hingga Apam, Kuliner Banda Aceh
"Kalau sudah mendung aja menjelang sore, kami cepat-cepat kesini beli bakso. Kalau tidak cepat nanti habis, karena saat hujan deraspun banyak yang datang membeli kesini. Rasa kuah baksonya itu khas banget. Selain itu juga ada pilihan bakso urat yang ditengahnya itu ada daging giling, wah pokoknya enak banget deh. Belum ketemu bakso yang enak seperti bakso Pakde Basuki ini," kata Ayu, karyawan Subkontraktor Migas di Duri, saat datang bersama 4 orang temannya memesan bakso.
Hal serupa juga disampaikan oleh seorang guru yang mengaku setiap pulang mengajar sore, dia selalu menyempatkan diri untuk menyantap seporsi bakso Pakde Basuki lengkap dengan potongan tahu dan bakso telur.
"Harganya seporsi cuma Rp 12 ribu, rasanya ngalahin bakso yang ada di mall-mall yang sudah terkenal namanya se Indonesia. Awalnya juga saya rada ga yakin mau beli, karena hanya bakso gerobak di pinggir Jalan. Tapi begitu saya coba, rasanya luar biasa, belum ketemu bakso seenak ini," ujar Riri yang masih bersergam dinas.
Hebatnya lagi, hampir sekali sebulan, bakso Pakde Basuki itu dipesan 1 gerobak oleh salah satu pengusaha perhotelan di Duri untuk mengajak karyawannya makan bersama. Dan itu diakui oleh Manager hotel tersebut saat dikonfirmasi GoRiau.com (GoNews Grup).
Dengan gerobak berwarna merah itu, Pakde Basuki membuka warung baksonya paling cepat sekitar pukul 14.30 WIB. Dari penuturan Pakde Basuki, tahun 1979 lalu ia merantau ke Aceh untuk berjualan bakso, namun karena konflik saat itu di Aceh ia pun putuskan merantau ke Bengkalis tahun 1998.
Namun nampaknya ia juga tidak merasa cocok dengan daerah itu hingga akhirnya merantau ke Duri tahun 2000 silam. "Tapi saya pernah pindah ke Jambi 2001, dan 2002 saya kembali lagi ke Duri dan sampai sekarang saya masih berjualan bakso dengan 2 gerobak dorong," kata Pakde Basuki saat diwawancarai GoRiau.com (GoNews Grup), Jumat (11/11/2016).
Setiap hari, katanya, ia membeli daging sapi seberat 6 kg untuk digiling dan dibuatkan menjadi bola-bola bakso. Dan itu pun terkadang masih dikatakan kurang oleh pelanggannya.
"Padahal saya sudah bikin 6 kg sehari, kadang yang datang beli jam 8 atau setengah 9, ya jelas sudah habis. Itu saya sudah tutup dan beres-beres membersihkan teras ruko cina ini. Namanya juga dikasih tempat, tentu harus jaga kebersihannya," ujar Pakde Basuki yang selanjutnya tidak bisa ditanya lebih banyak, karena pelanggannya sudah antri menunggu bakso. *** #BENGKALIS