PEKANBARU – BMKG Stasiun Pekanbaru memperingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah di Riau, Rabu (17/12/2025). Sejak pagi, sebagian daerah sudah terpantau diguyur hujan ringan hingga sedang, sementara situasi atmosfer menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas awan hujan.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy, menyampaikan bahwa awal hari ditandai udara kabur dan langit berawan. Berdasarkan pengamatan radar, beberapa daerah seperti Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, hingga kawasan Dumai menunjukkan potensi hujan yang berlangsung sejak pagi.

Memasuki siang menuju sore, pola cuaca disebutnya tidak stabil. Cerah berawan bisa berubah menjadi berawan tebal, dan peluang hujan meluas hingga ke Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta sejumlah wilayah pesisir.

“Waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, dan Dumai menjadi wilayah yang paling berpotensi terdampak, terutama pada rentang pagi hingga siang atau sore.

Menjelang malam, cuaca Riau diprakirakan tetap cerah berawan hingga berawan. Meski begitu, hujan ringan hingga sedang bisa terjadi di beberapa wilayah daratan seperti Kampar, Rokan Hulu, dan Kuantan Singingi.

Pada dini hari menuju Kamis (18/12), peluang hujan ringan diprediksi kembali muncul di Bengkalis, Siak, dan Kepulauan Meranti. Kondisi udara pada periode tersebut didominasi kabut dan awan rendah.

Suhu udara Riau berada di kisaran 23–33 derajat Celsius dengan kelembapan 55–100 persen. Angin bertiup dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 10–30 km per jam.

Untuk kondisi laut, tinggi gelombang di perairan Riau berada pada kategori rendah, yakni 0,5–1,25 meter. Meski demikian, BMKG mengingatkan adanya potensi cuaca buruk yang dapat mengurangi jarak pandang serta memicu gelombang hingga 2,5 meter. ***