PEKANBARU - Sepanjang minggu ini, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia ambles 11,29 persen secara point-to-point. Harga komoditas ini kembali ke bawah MYR 4.000/ton. Harga CPO mencapai puncak pada 18 Mei 2021, nyaris di MYR 4.500 per ton.

"Ini adalah rekor tertinggi sepanjang sejarah. Harga yang melesat hingga menembus rekor tertinggi, pelaku pasar tentu ingin mencari keuntungan. Selepas berada di titik tertinggi, harga mengalami tren penurunan yang tajam akibat tekanan jual," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja di Pekanbaru, Kamis (17/6/2021).

Sejak di puncak itu hingga akhir pekan ini, kata Defris, harga CPO melorot nyaris 18 persen. Harga turun karena pelaku pasar terus melakukan aksi jual. Selain hal tersebut diatas pasokan diperkirakan masih melimpah.

"Malaysian Palm Oil Board (MPOB) memperkirakan stok CPO Malaysia pada Mei 2021 naik 7,15 persen menjadi 841.464 to," jelasnya.

Lanjut Defris, kondisi inilah yang membuat harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau, pada periode 16-22 Juni 2021, turun menjadi Rp2.361,59 per kilogram (Kg).

"Ada penurunan harga sebesar Rp69,91 per Kg atau mencapai 2,88 persen dari harga minggu lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan turun menjadi Rp2.361,59 per Kg. Sedangkan, harga CPO pekan ini Rp10.305,54 per kg dan harga kernel Rp7.021,22 per kg," tukasnya. ***