PEKANBARU - Berbagai cara dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Provinsi Riau. Mulai dari pemadaman via darat dengan pompa robin, watebombing via udara hingga modifikasi cuaca pemicu hujan buatan.
Namun di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, ada terobosan unik dilakukan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG), yakni dengan menggunakan pompa air memanfaatkan tenaga mesin sepeda motor. Pola ini cukup efektif dan efisien.
"Modalnya sekitar Rp1 juta. Pemasangannya di lapangan paling banter 10 menit. Sepeda motor dipasangi alat (siput) pompa ke selang. Jadi tak perlu banyak orang, cukup dua," ungkap Aswin Usup, instruktur dan konsultan penerapan tekhnologi pompa air tenaga sepeda motor tersebut.
Aswin yang juga dosen di Universitas Palangkaraya ini menjelaskan, dirinya sengaja didatangkan Badan Restorasi Gambut ke Rimbo Panjang untuk mengajarkan tekhnik tersebut ke masyarakat setempat, sehingga saat kebakaran terjadi, bisa langsung merespon cepat.
"Kalau biasanya pakai pompa robin kan berat angkat-angkat masuk ke lahan. Kalau ini, tinggal bawa sepeda motor, pasang alatnya di dekat sumber air dan bentangkan selang ke titik api. Hidupin mesin maka air akan naik. Tenaganya semprotannya juga kuat," bebernya kepada GoRiau.com.
Ia menjelaskan, selain di Rimbo Panjang, terobosan itu juga diterapkan di Palangkaraya, sejak beberapa bulan lalu. "Kita berharap cara ini bisa dipreplikasi dan ditularkan di daerah lain," jawabnya saat memperagakan mesin pompa air bertenaga mesin sepeda motor tersebut.
Rimbo Panjang memang sudah jadi salah satu kawasan percontohan terkait restorasi gambut di Indonesia. Di sini dibangun 51 sumur bor sebagai akses sumber air untuk pemadaman api sekaligus bisa dimanfaatkan masyarakat setempat.
"Sepanjang Maret-Juli kita telah membangun 50 sumur bor di sini. Target kita sekitar 500-an. Langkah ini kita lakukan sebagai upaya awal mencegah perluasan kebakaran di lahan gambut," sebut Humas BRG, Musfarayani kepada GoRiau.com, Kamis (21/7/2016) siang.
Walau berbagai terobosan dilakukan dalam upaya mencegah kebakaran lahan, ia meyakinkan kalau kuncinya terletak pada patroli yang terus dijalankan. "Antisipasi jauh lebih bagus bukan cuma emergency respon. Di sini (Rimbo Panjang) kita lihat sudah jalan," ungkapnya.
Bayangkan saja jika cara ini diterapkan diseluruh Riau, maka upaya pun jadi lebih praktis dan dapat menjangkau titik terdekat dengan sumber api. Biayanya juga murah meriah dan tidak butuh banyak orang melakukannya.
Rencananya, Kepala Staf Ahli Kepresidenan, Teten Masduki didampingi Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead dan lainnya datang ke Rimbo Panjang, Kamis siang ini, melihat antisipasi penanggulangan Karlahut, sekaligus keefektifan sumur bor dan terobosan pompa air menggunakan mesin motor tersebut. ***