
JAKARTA, GORIAU.COM - Bahaya serbuan asap di Provinsi Riau, masih mengancam. Namun, berbagai upaya akan dilakukan, agar bencana asap tak begitu parah terjadi. Salah satunya, pembangunan kanal-kanal mencegah dampak pembakaran lahan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana akan membangun 1.000 kanal pencegah bencana asap.
Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan itu di Jakarta, Jumat (13/3/2015). Menurut Sutopo, sesuai pola hotspot di Riau maka kondisi kering terjadi selama bulan Februari sampai bulan April. Namun katanya antara dua bulan tersebut masih diselingi dengan hujan.
''Lalu antara Mei sampai Juni kondisi basah. Kemudian dari Juli sampai Oktober akan lebih kering,'' kata Sutopo.
Potensi 'asap' saat ini, kata Sutopo, tidak terlalu besar dibandingkan Januari-Maret tahun 2014 lalu. Selain itu, antisipasi dilakukan jauh-jauh hari sehingga hotspot tidak meningkat. Saat ini menurutnya, sudah dilakukan hujan buatan selama 10 hari. Rencana hujan buatan dilakukan selama 60 hari di Riau untuk membasahi lahan gambut yang ada. Di luar itu Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup juga telah meminta BNPB membangun 1.000 unit sekat kanal untuk membendung kanal-kanal di lahan gambut agar tetap basah. (gus)