
SELATPANJANG - Garis pesisir Pantai Gelombang Cinta yang kian terancam gerusan ombak laut memaksa warga dan aparat keamanan bergerak lebih cepat. Suku Akit yang menetap di Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir resmi berkolaborasi dengan jajaran Polsek Rangsang untuk membangun benteng alam baru, Jumat (5/6/2026).
Kondisi tanah pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti yang rentan amblas membutuhkan penanganan darurat yang berkelanjutan. Menyadari letak geografis yang berisiko tinggi tersebut, kepolisian setempat menginisiasi aksi massal penanaman pohon mangrove.
Wakapolsek Rangsang, Ipda Dongan M Manalu turun memimpin langsung kelompok masyarakat adat ke area berlumpur. Turut membaur dalam barisan tersebut Bhabinkamtibmas Desa Sendaur dan Desa Kayu Ara, Bripka Khairi yang bahu-membahu bersama warga Suku Akit menyiapkan lubang tanam.
Bagi aparat, keterlibatan warga lokal adalah nyawa dari keberhasilan mitigasi bencana ini. Pengetahuan masyarakat adat tentang karakteristik pasang surut air laut sangat membantu proses pemetaan titik tanam yang ideal.
Pemilihan pohon mangrove sebagai tanaman pelindung didasarkan pada fungsinya yang terbukti kompleks. Rimbunnya hutan bakau ini tidak hanya berfungsi ganda untuk memecah gelombang ganas laut, tetapi juga menyeimbangkan kembali ekosistem pesisir yang mulai rusak.
Dari sisi pencegahan bencana, sabuk hijau yang basah ini diyakini mampu menekan potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke area permukiman. Sedangkan dari kacamata ekonomi, akar mangrove kelak akan menjadi rumah alami bagi kepiting dan ikan kecil yang menjadi sumber mata pencaharian nelayan Desa Sonde.
"Kegiatan ini merupakan wujud pemolisian yang adaptif terhadap tantangan zaman, khususnya dalam menghadapi krisis lingkungan," urai Ipda Dongan M Manalu di hadapan warga usai memanjatkan doa bersama. ***