
JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Penghargaan kategori Madya ini diberikan atas keberhasilan Kota Pekanbaru mencapai cakupan jaminan kesehatan yang melampaui angka 100 persen bagi penduduknya.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, kepada Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, ST, MARch. Prestasi ini menempatkan Kota Pekanbaru sebagai salah satu daerah dengan komitmen perlindungan kesehatan terbaik di Indonesia.
"Penghargaan ini diberikan atas capaian program UHC di Kota Pekanbaru yang sudah melebihi seratus persen," ujar Markarius usai prosesi penyerahan penghargaan.
Markarius menegaskan bahwa capaian ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah kota dalam memberikan kepastian layanan kesehatan. Komitmen tersebut dibuktikan dengan peningkatan alokasi anggaran bagi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) melalui program JKN KIS yang terus merangkak naik setiap tahunnya.
Pada tahun 2026, Pemkot Pekanbaru mengucurkan dana sebesar Rp108.179.164.800 untuk membiayai iuran jaminan kesehatan warga. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan anggaran tahun 2025 yang berkisar Rp79,5 miliar, serta tahun 2024 yang hanya Rp67,8 miliar.
Selaras dengan kenaikan anggaran, jumlah peserta PBPU di Pekanbaru kini mencapai 305.442 orang, meningkat dari 304.717 jiwa pada tahun sebelumnya. Tren positif ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperluas akses jaminan sosial bidang kesehatan.
"Namun manfaat yang diterima masyarakat lebih besar dari itu dalam mengakses layanan kesehatan," jelas Markarius.
Wawako menilai apresiasi tingkat nasional ini menjadi pemacu bagi jajarannya untuk terus membenahi fasilitas dan kualitas layanan di tingkat puskesmas hingga rumah sakit. Pemerintah kota bertekad agar seluruh warga Pekanbaru tidak lagi terbebani biaya saat membutuhkan penanganan medis. ***