
PEKANBARU, GORIAU.COM - Perbankan di Riau diharapkan lebih jeli dalam menatap prospek pengembangan kredit usaha untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Jangan hanya terpaku pada wilayah daratan saja, tetapi peluang besar menanti untuk mereka yang berada di wilayah Pesisir.
Bahkan penduduk di wilayah Pesisir Riau dinilai lebih siap ketimbang sebagian besar pelaku usaha yang berada di daratan. Tidak sedikit produk-produk mereka yang sudah berhubungan langsung dengan negara tetangga.
Sejauh ini, memang penyaluran kredit UMKM baru terfokus pada daerah kota saja, belum menyentuh secara merata ke daerah-daerah terluar, terutama di Pesisir Riau.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Riau, Indra Bangsawan, mengatakan, mayoritas kredit usaha rakyat disalurkan kepada pelaku UMKM di wilayah daratan. Padahal, pelaku UMKM di pesisir lebih siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), karena telah menjual produknya ke negara tetangga.
"Persoalan infrastruktur menghambat penyaluran kredit usaha rakyat di wilayah pesisir. Seharusnya ini dimanfaatkan perbankan untuk terus meningkatkan kreditnya," ujar Indra.
Pemprov Riau juga akan mendorong perbankan masuk ke kawasan pesisir untuk mempermudah pelaku UMKM mendapatkan akses pendanaan. Dengan begitu, pengusaha lokal dapat mengekspansi pasar di Malaysia yang hanya dipisahkan oleh Selat Malaka.
Selama ini pelaku UMKM di wilayah Riau daratan dianggap lebih siap, sehingga perbankan lebih menyalurkan kredit kepada pelaku UMKM di wilayah Riau daratan. Untuk itu, pemerintah daerah akan meningkatkan kualitas UMKM di pesisir dengan memberikan pelatihan, dan penjaminan oleh Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida).
"Selama ini karena perbankan dapat dengan mudah melakukan penilaian terhadap jaminan dan kemampuan kredit calon debitur di wilayah daratan. Kami akan dorong terus supaya UMKM di pesisir mendapatkan porsi yang lebih besar," tandasnya.***