
SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir menceritakan asal muasal berdirinya Hotel Grand Meranti. Nama hotel terbaik di Selatpanjang itu pun ia sendiri yang memberinya.
Cerita itu disampaikan Irwan Nasir di hadapan pemilik baru hotel, Le Kia, beserta jajaran direksi saat Grand Opening New Facilities Grand Meranti, Rabu (10/1/2018).
Kata Irwan, awal ia menjadi Bupati Kepulauan Meranti 2010 silam, di Selatpanjang tak ada hotel yang baik (bagus). Tak jarang koleganya datang dan harus diinapkan di hotel-hotel yang secara fasilitas sangat terbatas namun harganya mahal.
"Kolega saya ke sini, diinapkan di kamar jelek, air juga tak bagus, tapi harganya mahal. Kualitas itu kalau di Pekanbaru atau Batam hanya Rp300-an, tapi di sini Rp1 juta. Akhirnya mereka tak mau lagi ke sini," cerita Irwan.
Lalu, Irwan menjumpai Pendi (alm) mantan suami Lindawati Yamaha, yang saat itu sedang membangun 3 ruko di Jalan Kartini, Selatpanjang. Irwan pun bertanya ke Pendi apakah berani membangun hotel di Selatpanjang.
Waktu itu, tambah Irwan, Pendi mengaku tak berani. Selain lahan terbatas, wilayah sepi, Jalan Kartini yang berjuluk Tapak Jalak juga terkenal banyak premannya. Pendi khawatir investasi tidak berjalan mulus.
"Saya meyakinkan dia. Saya bilang, Pak Pendi, kita harus berani. Kalau bukan kita siapa lagi yang membangun," kata Irwan buat meyakinkan Pendi.
Untuk meyakinkan Pendi, Irwan ikut menanam saham saat itu. Semula kawan-kawannya banyak tak percaya itu bisa berhasil, namun Irwan bersikeras akan berhasil.
"Kawan-kawan banyak tak percaya. Saya bilang, ayo kita jadikan jalan ini jalan paling ramai di Selatpanjang," kata Irwan lagi.
Setelah itu, memastikan investasi aman dari gangguan preman, Irwan langsung menemui tokoh masyarakat Kepulauan Meranti, Haji Katan. Irwan juga mendatangi beberapa tokoh lainnya.
"Alhamdulillah, direspon baik oleh H Katan. Dengan syarat, orang di sini (Tapak Jalak, red) diajak bekerja," ujar Irwan.
Singkat cerita, hotel Grand Meranti berdiri dengan megah. Irwan sendiri yang memberi nama hotel tersebut.
Agar Hotel Grand Meranti ramai dan usaha lancar, Irwan tak membangun gedung pertemuan. Setiap ada acara, kebanyakan digelar di Grand Meranti Hotel. "Alhamdulillah hotel ini berkembang," singkatnya.
Setelah itu, Le Kia, pemilik New Hollywood Hotel Pekanbaru berniat membeli Grand Meranti Hotel. Irwan pun menyarankan Lindawati (pemegang saham) untuk setuju dan menjualnya. Kata Irwan, kalau niatnya untuk mengembangkan, hotel tersebut akan dijual.
"Karena basik saya juga bukan pengembang hotel. Saya bilang ke Buk Linda, kalau niatnya mengembangkan, jual saja," beber Irwan.
Mengingat di Kota Sagu investasi tergolong lamban, Irwan berharap semua pihak agar bisa menjaga kalau ada investor masuk. Salah satu support daerah untuk Grand Meranti, Irwan meminta OPD kalau menggelar kegiatan menggunakan Ballroom baru di Hotel yang terletak di Jalan Kartini Selatpanjang itu.
"Kepala OPD, kalau ada tawaran tingkat provinsi dan nasional bikin kegiatan di sini, terima saja. Kita sudah ada fasilitas yang baik," pesan Irwan.
Irwan juga mengucapkan terimakasih kepada Le Kia dan Jajaran Direksi Grand Meranti Hotel. Dengan adanya hotel itu, bisa menyerap tenaga kerja. Termasuk menguntungkan tukang becak, penjual sayur, penjual ikan, pelabuhan dan transportasi laut.
"Saya terharu dengan ini semua. Saya pribadi, keluarga, dan masyarakat Kepulauan Meranti mengucapkan terima kasih kepada Pak Le Kia. Mari kita semua menjaga agar di sini aman dan nyaman, sehingga orang suka datang ke Selatpanjang," kata bupati dua periode itu di akhir sambutannya.
Sebelumnya, Dwi Sutrisno selaku Dewan Direksi mengatakan, Grand Meranti Hotel merupakan hotel ketiga Le Kia. Sebelumnya telah dibangun New Hollywood di Pekanbaru dan Batam City Hotel di Kepulauan Riau.
Diceritakan Dwi, setelah direnovasi sejak 8 bulan belakangan, Grand Meranti Hotel Selatpanjang kini dilengkapi Grand Paragon KTV Room, SPA dan Sauna, Ballroom dan Coffee Shop yang lebih luas dari sebelumnya.
"Lihatlah secara langsung. Fasilitas kita tak kalah bagus, tak kalah megah dengan kota-kota lain," kata Dwi Sutrisno. ***