
BENGKALIS, GORIAU.COM - Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh memberikan apresiasi kepada Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Bengkalis atas penyelenggaraan pameran karya ilmiah. Bupati berharap hasil karya ilmiah bisa bermanfaat bagi masyarakat sehingga keberadaan Balitbang benar-benar memberikan dampak yang positif.
''Selama ini muncul imej kalau Balitbang itu merupakan Badan Sulit Berkembang. Saya berharap imej ini bisa dihilangkan, tentunya dengan program-program yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat,'' ujar Herliyan Saleh saat memberikan sambutan pada acara pameran karya ilmiah sekaligus pengumuman pemenang karya ilmiah yang diselenggarakan Balitbang Bengkalis, Selasa (26/11).
Hasil karya ilmiah yang sekarang dipamerkan menurut Herliyan hendaknya jangan hanya sekedar untuk memenangkan ajang perlombaan. Menurut orang nomor satu di Negeri Junjungan ini, kalau hanya sekedar dipamerkan, maka sebagus apapun hasil dari penemuan atau inovasi para peneliti tidak akan ada gunanya.
''Teknologi ini jangan hanya sekedar diciptakan tapi harus lebih dari itu. Bagaimana produk yang dihasilkan bisa diimplementaskan di tengah-tengah masyarakat. Diperoleh dengan mudah, gampang dioperasikan dan memberikan keuntungan bagi masyarakat. Saya yakin, kalau Balitbang berhasil mencapai tujuan ini, maka imej Balitbang sebagai Badan Sulit Berkembang akan hilang,'' papar Bupati.
Sebagai SKPD yang konsentrasi pada penelitian dan pengembangan, banyak hal yang bisa dilakukan oleh Balitbang. Kalau sekarang sebagian besar SKPD cenderung bekerja sama dengan konsultan dari luar terhadap hal-hal yang masih baru.
Ke depan dengan kemajuan yang dicapai oleh Balitbang, maka SKPD yang ada di Kabupaten Bengkalis cukup mempergunakan tenaga Balitbang.
Kepala Balitbang Bengkalis, Sopyan Hadi mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan oleh Balitbang saat ini merupakan langkah awal untuk memotivasi minat para peneliti baik yang ada di Kabupaten Bengkalis maupun di Riau.
Sekarang saja, menurut Sopyan Hadi dengan hasil karya ilmiah yang ditampilkan sudah tampak kualitas para peneliti. Tidak mustahil, kalau kegiatan ini dilaksanakan secara kontinu akan makin banyak inovasi-inovasi yang dihasilkan. Dirinya mengharapkan, karya ilmiah itu nantinya tidak hanya dihasilkan oleh para peneliti dari perguruan tinggi, namun bisa saja dari kalangan SLTA.
Pada ajang perdana perlombaan, terdapat 14 karya ilmiah yang masuk nominasi sesuai dengan kategori yang diperlombakan. 14 karya ilmiah itu dihasilkan oleh masing-masing Udastian (STAI Bengkalis, Ali Rahman (UIR), Halimatu Sa'diyah (STIE Bengkalis), Johny Cluster (Politeknik Bengkalis), Pardi (Politeknik Bengkalis), Rosmaina (UIN Suska), Pareng Rengi (Promptek Lemlit Riau), Saim (STAI Bengkalis), Eko Prayitno (Politeknik Bengkalis), Abdul Rauf (UIN Suska Riau), Syaiful Amri (Politeknik Bengkalis), Stephan (Politeknik Bengkalis) dan Abrar Ridwan (Universitas Muhammadiyah Riau-UMRI).
Berdasarkan hasil evaluasi terpilih sebagai Pemenang I Abrar Ridwan (UMRI), Pemenang II Rosmaina (UIN Suska), dan Pemenang III Stephan (Politeknik Bengkalis). Pemenang Harapan I Pardi (Politeknik Bengkalis), Pemenang Harapan II Syaiful Amri (Politeknik Bengkalis) dan Pemenang Harapan III Akmal Indra (Politeknik Bengkalis).
Bagi 14 karya ilmiah yang masuk nominasi panitia memberikan uang pembinaan sebesar masing-masing Rp30 juta. Sementara bagi para Pemenang I hingga Harapan III mendapatkan piala dan uang pembinaan yang bervariasi mulai dari Rp10 juta untuk Pemenang I hingga Rp5.500.000 untuk Harapan III.jfk