
BENGKALIS - Bupati Bengkalis menegaskan dan meminta kepada petugas Roro, baik di Air Putih maupun Sei Selari, untuk tidak melayani para pengguna jasa penyeberangan, jika ada yang mengaku saudara Bupati Bengkalis dengan tujuan untuk mendapat prioritas menyeberang tanpa harus antre.
Hal tersebut ditegaskan Amril Mukminin terkait adanya pengguna jasa yang mengaku saudaranya minta fasilitas kepada petugas untuk menerobos antrean penyeberangan yang makin hari makin mengular. "Saya sudah in
struksikan itu. Sekali lagi jangan layani pengguna jasa yang mengaku-ngaku saudara saya untuk mendapat prioritas menyeberang tanpa harus antre. Jangan biarkan ada yang menerobos antrean," tegas Amril Mukminin, Kamis (7/7/2016).
Puluhan pengguna saja penyeberangan Roro Air Putih Bengkalis juga sempat menghadang mobil dinas bernomor polisi BM 14 D, kendaraan dinas Asisten I Setda Bengkalis, sekitar Pukul 16.00 WIB, Kamis (7/7/2016). Kendaraan dinas Asisten I ini sebenarnya mendapatkan prioritas yang diperboleh memotong antrean dalam urusan kedinasan.
Hanya saja, ketika kendaraan Asisten I Hj Umi Kalsum ini hendak menuju kapal, puluhan warga langsung berteriak dan berlari menghadang mobil pelat BM 14 D tersebut. "Oi-oi. Mundur. Kami berjam-jam antre ini," teriak puluhan massa.
Sempat terjadi cekcok antara warga dan Asisten I akibat kesalahan pahaman sejumlah pengguna jasa penyeberangan ini. Meski telah menunjukan surat prioritas kendaraan dan perjalanan dinasnya, warga tetap bersitegang meminta kendaraan dinas tersebut mundur dan mengikuti antrean.
Pada akhirnya, pihak kepolisian yang bertugas berusaha meredam gejolak tersebut dan memberikan penjelasan. Massa pun mulai memahami, meski ada beberapa yang tetap tidak terima.
Di samping itu, salah seorang warga Bengkalis, Arif berharap agar pihak dermaga menempelkan kendaraan-kendaraan yang mendapat prioritas. Agar masyarakat mengetahui dan tidak lagi terjadi hal seperti ini.
"Saya sempat geram juga. Tapi ternyata pelat 14 D ni dapat prioritas, saya maklumi kalau begitu. Cuma tolong, pihak terkait membuat pemberitahuan berupa sepanduk atau apa gitu terkait kendaraan plat berapa saja yang diprioritaskan. Jadi masyarakat tau dan memaklumi," harapnya.***