
BENGKALIS, GORIAU.COM - Bupati Bengkalis H Herlian Saleh mengingatkan seluruh pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Bengkalis untuk memegang teguh profesionalitas PNS dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan Pemilu 2014.
''Kita minta seluruh PNS Bengkalis untuk tidak terlihat politik praktis. PNS hanya boleh terlibat dalam bentuk sosialisasi dan mendukung agar helat akbar lima tahunan tersebut berjalan dengan baik,'' ujar Herliyan Saleh.
Sesuai dengan Undang-undang dan aturan kepegawaian, PNS tidak dibenarkan terlibat langsung, apalagi sampai dukung mendukung salah satu calon dan menjadi bagian dalam tim calon yang bersangkutan.
''PNS harus netral, jangan berpolitik praktis karena hanya akan merusak tatanan dan citra PNS itu sendiri. Terlibat boleh saja, kalau berkaitan dengan sosialisasi pemilu secara umum dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam pemilu,'' ujar Bupati.
Tak kalah pentingnya kata Bupati, adalah para kepala desa. Sebagai garda terdepan dalam sebuah pemerintahan, kepala desa dituntut arif dan bijak dalam menyikapi setiap perbedaan yang terjadi di tengah masyarakat. Makanya, para kepala desa dituntut independen, tidak mendukung calon tertentu.
''Jangan buat masyarakat malah terkotak-kotak dan terpecah. Untuk tingkat pemahaman yang masih terbatas, perbedaan pilihan dan pandangan politik terkadang bisa menimbulkan pergesekan. Jangan lagi ditambah oleh sikap kepala desanya terang-terangan mengarahkan warganya untuk memilih calon tertentu,” ingat Bupati.
Bupati juga tidak segan-segan memberikan sanksi tegas, bilamana terbukti PNS atau kepala desa melanggar ketentuan yang ada. (jfk)