JAKARTA – Ketua Umum DPP Perbasi, Budisatrio Djiwandono, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Developmental Basketball League (DBL) yang dinilainya sebagai ruang penting dalam pengembangan potensi atlet muda bola basket di Indonesia.

Menurut Budisatrio, DBL bukan hanya sekadar ajang pertandingan antar pelajar, melainkan telah menjadi ekosistem pembinaan yang mampu mencetak talenta-talenta berkualitas dari berbagai daerah.

“DBL Indonesia telah memberikan kontribusi nyata terhadap pembinaan atlet muda. Ini sangat membantu Perbasi dalam memperkuat fondasi bola basket nasional,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/5/2025).

Ia menambahkan, melalui kompetisi dan program pelatihan seperti DBL Camp, pelajar dari berbagai pelosok diberi akses dan pengalaman untuk mengasah kemampuan, baik secara teknik maupun mental bertanding.

“Kompetisi ini lebih dari sekadar ajang perebutan juara. Ini adalah tempat belajar, berkembang, dan membangun masa depan basket Indonesia dari akar rumput,” jelasnya.

DBL Indonesia, yang telah bergulir selama 17 tahun, juga rutin menggelar DBL Camp sebagai bagian dari proses seleksi atlet berbakat. Program DBL Camp 2025 yang berlangsung pada 29 April hingga 4 Mei, diikuti 262 pelajar putra dan putri dari Aceh hingga Papua.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dilatih langsung oleh pelatih dari World Basketball Academy (WBA) Australia serta tim dari DBL Academy. Mereka mendapatkan materi pelatihan dasar seperti dribble, shooting, dan pengembangan visi bermain.

Dari ajang itu, dipilih 12 pemain putra dan 12 putri terbaik yang akan diberangkatkan ke Amerika Serikat dalam program DBL Indonesia All-Star.

“Harapan kami, dari sinilah akan lahir atlet-atlet bola basket tangguh yang kelak mengharumkan nama Indonesia,” tutup Budisatrio. (ant)