PEKANBARU, GORIAU.COM - Juni Andirianto Rachman yang selama ini diinisialkan sebagai YR, selaku adik kandung dari Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman ditangkap dan telah ditahan karena diduga terlibat dalam kasus penganiayaan yang membuat mulut pejabat Dinas Pekerjaan Umum Riau, Muhammad sobek 2 centimeter.

"Tersangka dikenakan pasal 351 KUH Pidana terkait dugaan penganiayaan," kata Ajun Komisaris Besar Hendri Posma selaku pimpinan sub Direktorat Kriminal Umum Polda Riau yang menangani perkara itu, Kamis (10/7/2014).Pasal tersebut menjelaskan, para pelaku penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.Namun jika perbuatan tersangka mengakibatkan luka-luka berat, pasal yang sama menyatakan, pihak bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.Di Mapolda Riau, AKBP Hendri mengatakan, kasus dugaan penganiayaan oleh tersangka sejauh ini masih terus dikembangkan untuk mendapatkan fakta-fakta yang akurat."Pemeriksaan saksi-saksi juga masih terus dilakukan dan sampai sekarang sudah ada empat saksi yang kami mintai keterangannya," kata dia.Ia menjelaskan, empat saksi tersebut dua di antaranya dari pihak pelapor atau korban, sementara dua lainnya dari pihak terlapor atau tersangka.Sebelumnya Kepala Bidang Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo mengatakan, akibat penganiayaan itu, korban Muhammad yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Riau mengalami luka robek di bagian mulut sebelah dalam selebar dua centimeter.Menurut informasi dari anggota di lapangan, demikian Guntur, penganiayaan itu berlangsung di rumah dinas Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada Selasa lalu sekitar pukul 18.45 WIB.Ketika itu, menurut dia, korban dan pelaku YR tengah melaksanakan acara berbuka puasa bersama di kediaman Wakil Gubernur Riau yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Pekanbaru.Korban ketika itu, kata dia, tanpa tahu persis persoalannya, ditarik oleh pelaku YR ke belakang rumah dinas itu dan kemudian mendapat perlakuan penganiayaan. "Dia dipukul di bagian wajah dan mengenai mulutnya hingga robek di bagian dalam selebar dua centimeter," kata Guntur.AKBP Guntur mengatakan, pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara hingga malam ini sekitar pukul 21.00 WIB dan pelaku masih dalam pengejaran. "Identitas pelaku sudah diketahui dan masih dalam pencarian. Sementara korban telah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara dan sudah bisa pulang," katanya.Sebelumnya Kadis PU Riau, Muhammad telah memecat sejumlah pegawai honorer di dinas tersebut yang memicu persoalan hingga ke para legislator.Anggota DPRD Riau mendesak eksekutif untuk segera mengevaluasi kinerja Kadis PU mengingat pemberhentian honorer bertepatan dengan menjelang Lebaran.Sejumlah proyek di Dinas Pekerjaan Umum Riau sebelumnya juga dibatalkan pemenangnya, hal tersebut kemudian memicu konflik internal di kalangan eksekutif.Sebelumnya rumah Gulat Manurung, orang kepercayaan Gubernur Riau Annas Maamun, dikabarkan juga mendapat teror bom molotov dari pihak tak dikenal. (fzr)