PEKANBARU, GORIAU.COM - Satuan Brimob dipaksa untuk membantu dalam upaya pemadaman titik kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah kabupaten/kota di Provinsi Riau yang sejauh ini terus meluas dan menyebabkan turunnya jarak pandang di beberapa wilayah.

"Untuk di seluruh kabupaten atau kota yang ada kebakaran lahan, telah diperbantukan masing-masing satu pleton anggota brimob," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo kepada pers di Pekanbaru, Rabu (25/6/2014) siang.Ia menjelaskan, pasukan brimob tersebut akan menjalankan sejumlah misi yang telah dibebankan, termasuk juga membantu dalam upaya pemadaman titik kebakaran hutan atau lahan.AKBP Guntur mengatakan, khusus untuk Kabupaten Rokan Hilir, ada penambahan lebih banyak pasukan brimob."Jumlahanya tidak pasti, bisa 110 atau 120 orang yang jelas ada sebanyak satuSatuan setingkat Kompi (SSK)," kata Guntur.Ia mengatakan, tambahan pasukan di Rokan Hilir karena di daerah itu terbanyak ditemukan titik panas (hotspot) dan kebakaran lahan.Guntur mengatakan, selain membantu upaya pemadaman, para anggota brimob tersebut juga akan menggelar operasi untuk memburu para pelaku pembakar hutan dan lahan.Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Satelit Terra dan Aqua merekam keberadaan 386 titik panas di daratan Sumatera dan di Riau mencapai 366 titik.Untuk titik panas di Riau terbanyak di Kabupaten Rokan Hilir yakni mencapai 221 titik, kemudian di Bengkalis ada 68 titik.Selanjutnya di Kota Dumai sebanyak 50 titik dan di Pelalawan 19 titik, Kuantan Singingi ada tiga titik, Indragiri Hilir juga tiga titik, serta Kabupaten Indragiri Hulu ada satu titik panas.Untuk tingkat kepercayaan di atas 70 persen merupakan peristiwa kebakaran hutan dan lahan ada sebanyak 233 titik. Terbanyak masih di Rokan Hilir yakni 130 titik Bengkalis (41 titik), Dumai (33), Pelalawan (7), dan Indragiri Hulu ada satu titik. (fzr)