
PEKANBARU, GORIAU.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat di bulan Januari 2013 terjadi penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 0,11 persen. Kondisi ini berarti terjadi penurunan tingkat kesejahteraanya petani di Riau jika dibanding NTP dibulan Desember 2012 yang ketika itu mencapai angka 102,54.
Kepala BPS Riau Mawardi Arsyad kepada wartawan, mengatakan, pada bulan Januari 2013 ini NTP di Riau sebesar 102,42 atau turun 0,11 persen dibanding NTP bulan Desember 2012 yang mencapai 102,54. Penurunan ini disebabkan kenaikan indeks diterima petani.
"Pada bulan Januari 2013, NTP di Riau sebesar 102,42 atau turun 0,11 persen jika dibanding dengan Desember 2012 mencapai 102,54. Penurunan ini disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,52 persen. Ini relatif lebih kecil dibandingkan kenaikan indeks harga dibayar," katanya.
Dikatakannya, komoditas yang memberikan andil terbesar kenaikan indeks harga yang diterima petani terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat. Yaitu sebesar 1,02 persen. Ini terutama diakibatkan oleh naiknya harga karet dengan andil sebesar 0,62 persen serta harga kelapa sawit sebesaran 0,49 persen.
"Kenaikan indeks harga yang dibayar oleh petani tertinggi terjadi di subsektor tanaman pangan sebesar 0,71 persen. Ini disebabkan oleh naiknya harga barang konsumsi rumah tangga seperti telur ayam ras dengan andil yakni sebesar 0,18 persen, beras dan cabe merah masing-masing sebesar 0,11 persen," katanya.
Selain itu juga ulasnya pada ikan tenggiri sebesar 0,10 persen, gula pasir sebesar 0,09 persen, bawang merah sebesar 0,07 persen, rokok kretek filter sebesar 0,06 persen, ikan asin kering dan daging ayam masing-masing sebesar 0,05 persen, daging sapi dan bawang putih masingnya sebesaran 0,04 persen. (rdi)