
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Pangkalan Kerinci. Setidaknya ada 269 kepala keluarga menjadi korban meluapnya air Sungai Kampar rumahnya masih terendam banjir. Jumlah itu tersebar di Desa Rantau Baru dan Kuala Terusan serta Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota.
Bantuan yang diberikan berupa sembako, 111 kotak indomie serta beras sebanyak 2.225 kilogram atau 111,25 karung dan lainnya diserahkan langsung oleh Kepala BPBD Pelalawan Raja Alkap, SH, MH dan diterima Camat Pangkalan Kerinci Drs Novri Wahuyudi serta Lurah Pangkalan Kerinci Barat Nurmalina Ibrahim,SE serta perwakilan desa lainnya.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, Raja Alkap,SH MH, Rabu (14/11/2012) mengatakan bahwa pemberian bantuan bagi korban banjir ini memang untuk meringankan beban korban banjir yang ada di Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Dari data yang ada, lanjutnya, bantuan sembako yang menghabiskan alokasi dana sebesar Rp 50 juta ini akan disebar secara merata ke 3 desa dan 2 kelurahan di Pangkalan Kerinci yang terkena banjir.
Rinciannya, untuk Desa Rantau Baru yang merendamkan sebanyak 175 rumah warga maka akan diberikan beras sebanyak 875 Kg dengan 1.750 bungkus indomie.Untuk Desa Kuala Terusan yang merendamkan rumah 115 KK akan diberikan 575 Kg beras serta mie instans sebanyak 1.150 bungkus, Desa Makmur yang rumah warga sebanyak 120 KK tergenang banjir dengan ketinggian 0,2 M-0,5 M akan kita berikan beras sebanyak 600 Kg dan 1.200 bungkus indomie.
Dikatakannya, untuk Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, tepatnya di Terusan Baru dan Jalan Langgam II Km 5, yang merendamkan rumah warga sebanyak kurang-lebih 29 KK akan diberikan bantuan beras sebanyak 145 Kg dan mie instan sebanyak 290 bungkus.Dan untuk di Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota yang merendamkan 6 rumah KK akan diberikan beras sebanyak 30 Kg dan mie instan sebanyak 60 bungkus," katanya.
Ditambahkannya, sampai saat ini pihaknya akan terus berupaya mencarikan solusi lain agar mendapatkan bantuan untuk masyarakat yang terkena musibah akibat banjir ini.
Kesempatan yang sama Camat Pangkalan Kerinci, menybutkan kondisi banjir saat ini, untuk Desa Makmur dan Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, saat ini ketinggian air sudah menyusut dan kembali berangsur normal. sedangkan dua desa dan satu kelurahan itu sampai saat ini akses jalan menuju daerah tersebut masih terputus karena sebagian besar lokasi desa ini terendam banjir. Akibatnya, untuk Desa Rantau Baru sendiri selain rumah 175 KK terendam, semua kebun warga juga ikut terendam.
Selain merendam dan memutus akses jalan, banjir juga menyebabkan hewan ternak masyarakat hanyut. Ada 30 ekor kerbau, 20 ekor sapi, kambing 16 ekor dan ayam kampung 200 ekor terkena dampak banjir.
Sedangkan untuk di Desa Kuala Terusan, sambungnya, dampak dari banjir mengakibatkan 115 rumah KK terendam banjir berikut kebun-kebunnya, hewan ternak kerbau sebanyak 70 ekor, sapi 10 ekor, kambing 15 ekor dan ayam kampung 500 ikut terendam banjir sehingga kondisi ekonomi masyarakat di daerah ini hampir lumpuh.
Sementara untuk di Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, tepatnya di RT 03/01 dan RT 02/01, dampak yang ditimbulkan akibat banjir mengakibatkan 6 rumah KK terendam banjir, dan genangan air di 60 pekarangan rumah kini sudah mencapai ketinggian 0,5 meter.
Disinggung soal dampak penyakit pasca banjir ini, Novri mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari Dinas Kesehatan atau pun Puskesmas Pangkalan Kerinci terkait adanya masyarakat yang terkena penyakit pasca banjir ini. (kst)