SELATPANJANG - Meskipun sejauh ini belum terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) awal tahun 2019, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti tetap siaga.

Sebagaimana disampaikan Kalaksa BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, M. Edy Afrizal, kepada GoRiau.com, Senin (7/1/2019) siang, sesuai dengan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau sedang menghadapi musim Pancaroba atau peralihan musim dari hujan ke kemarau. Untuk itu diperkirakan ancaman kebakaran akan mengancam.

"Sesuai perkiraan BMKG memang awal tahun 2019 ini sudah mulai masuk musim kemarau dan kami sudah mengantisipasi dengan upaya-upaya preventif untuk menjaga agar jangan terjadi lagi karhutla di di Kepulauan Meranti ini," ujar M. Edy Afrizal.

Upaya preventif yang dilakukan, kata Edy adalah dengan melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak beraktifitas yang bisa menyebabkan karhutla seperti membuka lahan dengan cara membakar.

"Walau belum ada karhutla. Kita tetap monitor posko stand by 24 jam. Selain itu petugas kita terus berpatroli di lapangan sambil mempelajari apakah nanti ada penetapan status siaga darurat penanggulangan bencana karhutla, kita lihat beberapa hari kedepan," ungkap Edy Afrizal.

Tidak hanya memberi arahan, BPBD Kepulauan Meranti juga telah membekali alat pemadam kebakaran di beberapa Kecamatan yang rawan terjadi karhutla.

"Kalau berkaca tahun sebelumnya, Kecamatan yang paling rawan terjadi lanjutkan itu adalah Rangsang Pesisir, Rangsang, Tebingtinggi Barat, dan Tebingtinggi Timur. Namun untuk mengantisipasi hal itu, kita sudah standby alat disana. Kalau untuk Pulau Padang kita sudah dibantu dengan MPA dan PT RAPP, namun mereka tetap berkoordinasi," ungkapnya.***