
PEKANBARU – Kepulangan 14 atlet paralimpik Riau dari ajang Asean Para Games ke-13 Tahun 2025 disambut haru di Bandara VVIP Lancang Kuning, Kamis (29/1/2026). Meski membawa pulang "oleh-oleh" fantastis berupa 48 medali untuk Indonesia, kepastian mengenai bonus finansial bagi para pejuang olahraga ini masih bergantung pada kondisi keuangan daerah.
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, secara langsung mengalungkan bunga kepada para atlet yang baru saja mendarat. Prestasi yang diukir tidak main-main; Riau menyumbangkan 19 emas, 19 perak, dan 10 perunggu, sebuah catatan yang mengukuhkan posisi Riau sebagai lumbung atlet disabilitas berprestasi di tingkat Asia Tenggara.
"Atas nama Provinsi Riau, kami mengucapkan terima kasih kepada anak-anak kita yang telah menorehkan prestasi. Ini bukan hanya prestasi Riau, tetapi juga prestasi Indonesia," ujar Zulkifli di tengah suasana penyambutan yang meriah.
Namun, di balik selebrasi tersebut, pertanyaan mengenai apresiasi nyata berupa bonus uang tunai menjadi hal yang paling dinanti. Zulkifli tidak memberikan jawaban instan terkait nominal maupun waktu pencairan, mengingat kondisi fiskal daerah yang perlu disesuaikan.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan untuk merumuskan apresiasi tersebut. Harapannya, hak para atlet tetap terpenuhi seiring dengan upaya pemerintah dalam menstabilkan anggaran belanja daerah.
"Kita doakan agar kondisi fiskal daerah semakin membaik sehingga berdampak positif bagi pembinaan olahraga," jelasnya saat menyinggung harapan para atlet terkait bonus.
Pemerintah Provinsi Riau berjanji akan terus mencari langkah terbaik untuk mendukung pengembangan potensi atlet di masa depan. Zulkifli menekankan bahwa menjaga semangat juang para atlet jauh lebih penting sembari pemerintah mengupayakan ketersediaan anggaran yang mencukupi untuk bonus prestasi tersebut. ***