SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pemadaman kebakaran lahan perkebunan sagu milik PT Nasional Sago Prima (NSP) yang menggunakan helikopter mulai dilakukan, Senin (10/2/2014). Helikopter ini mengambil air dari kanal-kanal sekitar 400 liter sekali ambil yang kemudian dijatuhkan ke titik-titik api di Pelampin Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Meranti, Riau.

Meski sudah dibantu Helikopter, pemadaman menggunakan mesin robin tetap dikerahkan. Pemadaman yang dilakukan dari berbagai sisi tidak memberikan hasil yang maksimal, namun koni lahan gambut menjadi kendala bagi mereka.

Pantauan di lokasi, perkebunan sagu di Pelampin tersebut sudah terang dan rata dengan tanah akibat kebakaran yang terjadi sejak sepekan tersebut.

Humas PT NSP, Setio Budi Utomo dan Kepala Tata Usaha, Citra Mulyadi Bangun yang ditemui di camp pekerja pelampin, Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur menegaskan bahwa kebakaran lahan perusahaan masih sekitar lebih kurang 1200 Hektare. Dengan rincian, di pelampin terbakar seluas 1000 dan 200 hektare lainnya terbakar di Kepau Baru yang juga didalam wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur.

"Masih ada titik api yang kecil dan berjumlah banyak. Inilah yang saat ini kami fokuskan untuk dipadamkan melalui bom air pakai heli dan alat pemadam didarat. Sehingga tidak ada lagi titik api," kata Budi.(zal)