
PEKANBARU, GORIAU.COM - Harapan yang terlalu besar, yang digantungkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Riau, untuk bisa bergandengan pada Pemilihan Gubernur Riau 2013 mendatang, tampaknya mulai melahirkan kegelisan. Meski secara lisan PDIP sudah menyatakan untuk berpasangan, namun hingga kini, tarik ulur terus terjadi.
Pasca rapat DPP PDIP yang membahas pencalonan seluruh kader yag akan maju pada beberapa Pilkada, Jumat minggu lalu di DPP PDIP, ternyata bola masih tergantung tanpa kepastian. Padahal sebelumnya, Ketua Tim Penjaringan PDIP Riau Solihin meyakinkan bahwa Jumat lalu, akan ada putusan dari DPP. Berbagai asumsi pun lahir, bahkan ada isu, Lukman Edi kurang mendapat tempat di DPP PDIP mengingat hubungannya yang kurang harmonis dengan beberapa jajaran pengurus teras DPP meski ada kelompok lingkar utama PDIP juga mendukungnya. Paling tidak menurut informasi yang dihimpun di kalangan politisi, kondisi ini makin membuat getir PKB Riau mengingat Indra M Adnan juga tengah meneropong dukungan yang sama.
Saat hal ini ditanyakan kepada Ketua DPW PKB Riau Abdul Wahid, Kamis (14/3/2013) di gedung DPRD Riau, Wahid masih menaruh harap akan adanya kejelasan.
"Kita berharap PDIP segera mengeluarkan sikap menyangkut kepastian bakal calon yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur Riau nanti. Sebab semakin lama keputusan diambil, semakin pendek waktu sosialisasi yang tersisa," kata Ketua DPW PKB Riau Abdul Wahid kepada wartawan di Gedung Lancang Kuning DPRD Riau.
Wahid mengatakan, keputusan PDIP sebagai koalisi utama PKB dalam Pilgubri merupakan suatu yang sangat ditunggu-tunggu. Sebab keputusan tersebut sangat menentukan arah politik PKB.
Disingggung tentang koalisi PKB dengan partai lain selain PDIP, Wahid mengungkapkan upaya itu tetap dilakukan. ''Hingga kini PKB tetap melakukan komunikasi intensif dengan partai lainnya. Tentang kemungkinan terburuk, misalnya PDIP ternyata memilih calon lain, maka PKB sudah membuat langkah baru.
''Kami tak mau berandai-andai. Kami belum bisa mengekspos rencana-rencana PKB untuk menghadapi kemungkinan tersebut. Namun yang pasti kami telah memiliki langkah untuk mengahadapi berbagai kemungkinan," ujarnya. (nti)