PEKANBARU - Usia bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya visual yang bernilai tinggi. Hal ini dibuktikan oleh peserta termuda berumur sembilan tahun yang memamerkan karyanya dalam ajang Artists Art Fair Pekanbaru di Museum Sang Nila Utama, Sabtu (27/6/2026).

Pameran yang berlangsung hingga Selasa (30/6/2026) ini meruntuhkan batasan umur dan senioritas dalam berkarya. Puluhan perupa dari berbagai daerah mendapat panggung yang sama untuk unjuk kebolehan di hadapan publik dan kolektor seni.

Artistic Director Artists–Art Fair Pekanbaru, Ade menjelaskan bahwa pihaknya sengaja menyetarakan posisi semua partisipan. Tidak ada pengelompokan khusus berdasarkan usia atau rekam jejak, sehingga ruang berekspresi terbuka sangat lebar bagi siapa saja.

"Kita memiliki peserta termuda yakni masih berusia sembilan tahun bernama Yuki. Ia menampilkan karya yang terinspirasi dari mimpi yang kemudian dituangkan melalui lukisan, ini akan sangat menarik sekali untuk disaksikan," urainya.

Kehadiran seniman cilik ini menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung pameran. Banyak yang penasaran melihat bagaimana imajinasi seorang anak mampu diwujudkan menjadi karya rupa yang berani bersanding dengan puluhan seniman dewasa lainnya.

Selain perupa lokal, acara ini turut menarik perhatian pelaku seni dari luar provinsi. Beberapa peserta diketahui datang jauh-jauh dari Jambi hingga Yogyakarta guna membangun jejaring serta memperkenalkan karya mereka kepada audiens di Riau.

"Artists-Art Fair Pekanbaru lebih dari sekadar transaksi, ia berfungsi sebagai platform kolaborasi dan pertukaran budaya. Para pelaku ekosistem seni rupa dipertemukan untuk membangun koneksi baru dan memperkuat keterlibatan publik terhadap seni kontemporer," jelasnya. ***