PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan masyarakat di Riau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi sepanjang Selasa (29/7/2025).

Forecaster on duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi S, menyebut kondisi cuaca di Riau cenderung berubah-ubah sejak pagi hingga dini hari. Pagi hari udara diprediksi tenang dengan kondisi kabur hingga cerah berawan, namun potensi hujan meningkat memasuki siang dan malam.

"Siang hingga sore hari berpotensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, dan Kota Dumai," ujar Gita di Pekanbaru.

Potensi hujan berlanjut pada malam hingga dini hari. Wilayah yang terdampak mencakup Kampar, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Siak, Bengkalis, Kota Dumai, dan Pekanbaru.

"Malam hari hingga dini hari, hujan berpotensi mengguyur Rokan Hilir, Siak, Kampar, Bengkalis, Indragiri Hilir, termasuk Dumai dan Pekanbaru," jelasnya.

BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.

"Waspadai potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang terutama di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Dumai, dan Pekanbaru hingga dini hari," tegas Gita.

Suhu udara diprakirakan antara 23,0 hingga 34,0 derajat Celsius, kelembapan 55 hingga 98 persen, dan angin bertiup dari selatan hingga barat dengan kecepatan 10 sampai 30 kilometer per jam.

BMKG juga melaporkan 249 titik panas di wilayah Sumatera, dengan 45 di antaranya berada di Riau. Sebaran titik panas meliputi Kepulauan Meranti (10 titik), Rokan Hilir (12 titik), Pelalawan (9 titik), Indragiri Hulu (11 titik), Dumai dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik.

"Kemunculan titik panas mengindikasikan aktivitas pembakaran lahan yang tetap perlu diwaspadai meskipun potensi hujan meningkat," urainya.

Sementara itu, gelombang laut di perairan Riau berada dalam kategori rendah, dengan tinggi antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan banjir dan kebakaran lahan. ***