BENGKALIS, GORIAU.COM - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis hampir merata terjadi di semua kecamatan. Walau demikian, berdasarkan data Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis kondisi udara masih dikategorikan sehat, walau tidak 100 persen.

Hal itu disampaikan kepala BLH Bengkalis H Arman AA saat dikonfirmasi terkait kondisi udara akibat karhutla yang terjadi di selama sebulan lebih. Dari pantauan alat pendetelsi cuaca yang ada di BLH Bengkalis, kondisi udara dan lingkungan masih dikategorikan sehat. Karhutla biasanya menyisakan kabut asap, bergerak ditiup angin kemana-mana tempat sehingga di Bengkalis sendiri kabut asap tidak begitu tebal.

"Memang karhutla terjadi dimana-mana tempat, apalagi dari pantauan satelit MC Singapura dan NOAA Karhutla di Bengkalis sudah terjadi di semua kecamatan. Tetapi kabut asap tidak menumpuk di suatu tempat bergerak ditiup angin. Seperti kita ketahui, kabut asap malah menebal di Pekanbaru maupun kabupaten dan kota lain di Riau meskipun disana tidak terjadi karhutla," ujar Arman, Senin (17/2).

Lebih jauh mantan Kadis Perhuhungan ini menjelaskan, pembakaran lahan atau kebun yang terjadi disinyalir juga tidak semuanya milik masyarakat biasa. Informasinya, ada tujuh titik lokasi kebakaran terjadi di perusahaan pengelola hutan tanaman industri (HTI) di kecamatan Bukutbatu, Mandau dan Pinggir. Kemudian data yang ada sebanyak dua perusahaan swasta perkebunan lahan mereka juga turut terbakar.

"Dampak dari Karhutla ini memang kepada lingkungan, hanya saja dari pantauan kita, udara dan lungkungan khususnya untuk pulau Bengkalis belum berbahaya. Untuk di kecamatan lain kita masih melakukan pemantauan serta tindaklanjut informasi berikutnya apakah udara di Mandau, Bukitbatu serta Pulau Rupat masih sehat atau tidak," jelas Arman.(jfk)