JAKARTA - Fungsionaris DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Hendrik Jauhari Oratmangun, meminta DPP Partai Golkar untuk menghentikan pencopotan para DPD II yang menyatakan dukungan kepada Bambang Soesatyo alias Bamsoet.

Sebab, jika pencopotan itu terus dilakukan, bisa menimbulkan kegaduhan.

Saat ini, memang banyak ketua DPD II Partai Golkar yang dicopot dari posisinya karena menyatakan dukungan ke Bamsoet. Contohnya, Ketua DPD Golkar Cirebon dan 10 Ketua DPD II di Maluku. Posisi mereka kemudian diganti oleh Plt.

"Saya mengimbau ke DPP untuk menghentikan pembentukan Plt-Plt tersebut. Sebab, kalau dilanjutkan, bisa menimbulkan kegaduhan. Karena Golkar adalah partai besar, kegaduhan bisa menganggu stabilitas nasional," tuturnya, Kamis (11/07/19).

Hendrik kemudian mengingatkan mengenai dukungan Golkar ke Jokowi. Kata dia, saat ini Jokowi sedang berusaha keras untuk mengembalikan kembali stabilitas nasional pascapilpres. Jika internal Golkar malah gaduh, sama saja dengan menambah berat kerja Jokowi.

"Kebijakan PLT yang terstruktur, sistematis, dan masif berpotensi menciptakan kegaduhan. Jika Golkar gonjang-ganjing, jika Golkar tidak solid, jika internal 'ramai', ini tidak bagus untuk Golkar maupun untuk politik nasional," terangnya.

Sebagai pendukung Jokowi, tambahnya, sudah sepantasnya Golkar ikut dalam menciptakan stabilitas nasional.

"Caranya dengan menghentikan kegaduhan akibat pembentukan Plt-Plt tersebut," tandasnya.***