PEKANBARU - Seakan sudah menjadi sebuah tradisi, jika musim libur panjang Natal dan tahun baru, hampir sebagian masyarakat di Riau bahkan di seluruh Indonesia, akan meluangkan waktunya untuk berlibur bersama. Tentunya berbagai perencanaan matang juga dipersiapkan seperti memilih lokasi atau tempat wisata yang bakal jadi target tujuan liburan bareng keluarga.

Nah salah satu lokasi wisata bernama ''Danau Janda Gatal'' ini, mungkin bisa menjadi referensi kunjungan wisata bareng keluarga, teman atau saudara. Ups.., Jangan ngeres dulu, Janda Gatal adalah nama danau air tawar di Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir, Riau, dengan luas sekitar 13 hektare. Danau ini sangat terkenal sekali sebagai penghasil ikan air tawar, sehingga banyak sekali pengunjung yang memanfaatkan liburan dengan memancing ikan.

Kenapa danau ini dinamakan janda gatal, sangat banyak cerita asal muasal nama danau ini, dari berbagai cerita versi masyarakat setempat. Satu diantaranya, seperti yang pernah diceritakan Kadisparekraf Riau Fahmizal Usman kepada GoRiau.com, bahwa dulunya danau Janda Gatal ini lebih dikenal sebagai danau gatal.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/26122015/gatal1jpg-3696.jpg

Karena meski berjenis air tawar, tak bisa digunakan buat mandi masyarakat sekitar. Aktivitas apapun yang bersentuhan dengan air danau, akan menyebabkan tubuh menjadi gatal-gatal. "Banyak versi cerita di masyarakat, mengenai penyebab air tawar itu menjadi gatal. Ada yang menyebut karena banyak pohon keladi di sekitar danau. Ada pula cerita soal ulat bulu yang banyak berjatuhan ke dalam danau," ungkap Fahmizal, Sabtu (25/12/2015).

Semua cerita itu sampai saat ini memang masih simpang siur di tengah masyarakat tempatan. Sebutan danau Janda Gatal sendiri, ketika masyarakat mempercayai bahwa dahulu di sekitar lokasi itu banyak perempuan yang harus hidup menjanda.

Pada suatu hari si janda itu membasuh tangan, kaki dan mukanya dengan menggunakan air danau, karena persediaan air bersihnya sudah habis. Seketika si janda berteriak histeris merasakan gatal yang luar biasa disekujur tubuhnya. Sejak itulah muncul sebutan danau Janda Gatal. Soal benar atau tidaknya kisah itu, Wallahualam, sampai saat ini memang belum bisa dibuktikan secara nyata.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/26122015/gatal2jpg-3695.jpg

Kisah lainya, bahwa asal muasal Danau Janda Gatal bermula, konon di kawasan danau itu banyak tumbuh pokok keladi yang memang menggandung getah yang bisa membuat gatal jika tersentuh, ada juga yang mengatakan dahulu diseputaran danau tumbuh sebatang pohon besar, pokok kayu bernama ara atau yang biasa dikenal oleh masyarakat Rokan Hilir dengan nama kayu ao, dimana kayu tersebut terdapat ulat bulu dan kabarnya kayu tersebut tumbang dan jatuh ke danau, sehingga menimbulkan gatal-gatal.

Satu kisah lain, pada jaman dahulu di sekitar danau hiduplah sepasang suami istri dan mereka adalah keluarga nelayan, sewaktu melaut suaminya mendapat musibah sehingga istrinya hidup menjada. Untuk melanjutkan hidup si istri terpaksa bekerja di sekitar danau, suatu ketika disaat ia selesai bekerja dan mencuci kaki serta tangannya, ia mersakan sekujur tubuhnya berubah merah-merah dan merasakan gatal yang luar biasa.

Begitulah konon cerita asal mula nama Danau Janda gatal, jika sebelumnya ada yang berfikiran bahwa nama tersbut bersifat negatif, saatnya harus mengubah mindset yang ada selama ini. Walaupun hanya sekedar cerita rakyat yang berasal dari mulut kemulut tapi cerita tersebut merupakan aset yang harus dijaga oleh pemerintah negeri ini.

Di danau janda gatal ini terdapat berbagai jenis ikan air tawar yang bisa dikonsumsi masayarakat, dan yang pastinya tidak perlu khawatir akan mengalami gatal-gatal jika mengkonsumsinya. Berbagai macam ikan seperti ikan gabus, nila, sepat siam, singkat, Bada, Puyu-puyu, lele dan ikan air tawar lainya ada disana.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/26122015/gatal3jpg-3694.jpg

Bupati Rohil saat berkunjung ke Danau Janda.

"Saat ini danau itu dijadikan masyarakat sebagai lokasi pemancingan, makanya kita akan lebih serius untuk mengembangkan danau itu sebagai tempat lokasi wisata pancing, selain sejarah danau ini sudah melegenda di masyarakat danau tersebut juga akan lebih dikembangkan menjadi obyek pariwisata pemancingan, dengan harapan bisa mengangkat perekonomian masyarakat sekitar danau yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan," jelas Fahmizal lagi.

Bahkan menurutnya, Pemerintah dalam hal ini Pemkab Rohil sudah mengusulkan anggaran pengembangan lokasi tersebut sebesar Rp20 miliar di APBD 2016, yang nantinya danau Janda Gatal akan menjadi salah satu tujuan wisatawan.

Jika anda belum pernah melihat dan berniat untuk berkunjung ke danau ini, anda tidak perlu khawatir, karena hampir seluruh masyarakat di Kecamatan Bangko sudah mengetahui lokasinya. Bahkan disekitar Taman Kota terdapat tulisan penunjuk jalan "Silakan cari Jalan Bintang". Setelah ketamu jalan tersebut, ikuti saja kurang lebih 4 km anda berhenti dan sebaiknya bertanya dengan warga sekitar karna itu akan lebih baik untuk antisipasi agar tidak tersesat.

Setelah usai berkunjung ke Danau Janda Gatal anda juga bisa melanjutkan perjalanan ke kota lain di Rokan Hilir, seperti Bagan Batu dan Bagan Siapiapi. Banyak sekali tempat-tempat wisata yang belum terkenal namun sangat menyejukkan mata kita dan membuat kita akan betah disana. Jika menggunakan mobil pribadi, perjalanan dari Kota Pekanbaru menuju Kecamatan Bangko akan memakan waktu sekitar lima- enam jam perjalanan.

Semoga objek wisata Danau Janda Gatal di Rokan Hilir ini bisa menjadi alternatif liburan anda bersama keluarga. ***