BENGKALIS, GORIAU.COM - Pantai Rupat, tepatnya di Kelurahan Pergam, Kabupaten Bengkalis akan menjadi pusat pelaksanaan puncak Hari Bhakti Nusantara ke-13 tingkat Kabupaten Bengkalis. Berbagai acara sudah disiapkan, salah satunya adalah pembersihan pantai yang merupakan upaya mengajak seluruh masyarakat Bengkalis untuk mencintai dan memelihara pantai.

''Puncak peringatan Hari Bhakti Nusantara ke-13 tahun 2012 akan dilaksanakan di Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat, Selasa (4/12) besok. Kegiatan dilaksanakan sehari penuh yang akan dibuka Bupati Bengkalis bersama Muspida. Kita sudah menyiapkan serangkaian acara termasuk pembersihan pantai sebagai bentuk kecintaan terhadap pantai yang bersih dan indah,'' ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bengkalis Ahmad Ramli, Senin (3/12/2012).

“HBN tahun ini diisi sejumlah kegiatan antara lain, apel HBN yang dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada nelayan di kawasan pesisir Rupat (Pergam), penyerahan bantuan sosial dan hibah, dan yang tak kalah menariknya kegiatan membersihkan pantai serta melakukan secara simbolik dimulainya penanaman satu miliar pohon di Kabupaten Bengkalis,'' tambah Ahmad Ramli.

Rangkaian HBN, tidak hanya diikuti unsur pejabat dan muspida saja, tetapi juga akan mengikutkan masyarakat dari sejumlah daerah di Kecamatan Rupat serta kelompok-kelompok nelayan yang ada di Pergam dan Kecamatan Rupat.

Selain itu juga ada pencanangan Gerakan Menanaman 1 Miliar Pohon yang merupakan program secara nasional. Seluruh acara akan dipimpin Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh. Untuk gerakan menanam yang dibuka bupati setelah penamanan secara simbolis juga akan diteruskan oleh masyarakat di sejumlah daerah sebagai bentuk kepedulian dari seluruh stakeholder dan masyarakat tentang pentingnya menyelamatkan kawasan\ serta pulau-pulau dari ancaman abrasi.

''Melalui HBN, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan diharapkan dapat terjaga. Seperti gotong royong bersama membersihkan pantai, bertujuan agar keindahan pantai dapat terjaga dari sampah-sampah serta tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab,” tutup Ahmad Ramli. (jfk)