
PEKANBARU, GORIAU.COM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau harus mengambil sikap. Satu lagi atlet sepaktakraw andalan Riau dan kebanggaan Indonesia, Florenchia Cristy memutuskan untuk mengundurkan diri. Dirinya dengan tegas mengatakan ada ketidakkecocokan dengan pengurus cabang olahraga tersebut.
Cukup disayangkan memang, tetapi keputusan Floren (sapaan akrabnya, red) itu sudah bulat. Dirinya juga sudah melayangkan surat pengunduran diri pada Februari lalu, disampaikan ke KONI Riau dan Pengprov Persatuan Sepaktakraw Indonesia (PSTI) Riau.
"Namun belum ada jawaban dari KONI. Tapi saya berharap segera ada kejelasan," kata Floren saat berbincang-bincang dengan GoRiau.com, pekan lalu.
Alasan lainnya, Floren juga ingin fokus terhadap kuliah yang sedang dijalaninya saat ini. Karena dirinya mengaku begitu banyak ketinggalan karena sibuk latihan meski itu merupakan resiko menjadi seorang atlet.
Namun ditegaskannya, keputusan itu bisa saja berubah jika dilakukan perombakan terhadap pengurus yang ada saat ini. Dirinya tidak menjelaskan siapa nama pengurus yang tidak sejalan dengan dirinya saat ini.
Cukup disayangkan memang, karena sejauh ini, Floren masih berprestasi dan selalu dipanggil oleh pelatnas untuk mengikuti berbagai iven internasional. Floren juga telah berhasil menyumbangkan medali bagi Riau di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 silam.
Floren juga telah memberikan sejumlah prestasi untuk Indonesia baik di tingkat Asia Tenggara maupun dunia.
Kasus ini seharusnya menjadi perhatian bagi KONI Riau selaku induk organisasi cabang olahraga di Bumi Lancang Kuning. Ketidakcocokan antara atlet, pengurus cabang dan pelatih harus disikapi dengan bijak.
Karena ketiga komponen itu harus berjalan seimbang dan koordinasi yang kuat. Karena jika tidak, taruhannya jelas prestasi.***