
PANGKALAN KERINCI – Dalam rangka memperkuat sektor ekonomi kreatif, Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, melakukan kunjungan kerja ke Asia Pacific Rayon (APR) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pemberdayaan pelaku usaha kreatif, khususnya di wilayah Kabupaten Pelalawan dan Siak.
Dalam acara Workshop Literasi Keuangan dan Akses Pembiayaan yang digelar di Hotel Unigraha, Rabu (11/12/2024), Menteri Teuku Riefky menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan desa-desa ekonomi kreatif.
“Kolaborasi heksa-helix, yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, asosiasi, dan lembaga keuangan, adalah kunci pengembangan ekonomi kreatif di desa. Sinergi ini diharapkan menjadi model keberhasilan bagi daerah lain di Indonesia,” jelasnya.
Workshop tersebut diikuti oleh 30 pelaku usaha dari sektor kuliner, kriya, dan fashion. Fokus utama adalah peningkatan literasi keuangan serta akses pembiayaan untuk membantu pengembangan usaha kreatif yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari agenda prioritas 100 hari kerja Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam program pemberantasan kemiskinan melalui penguatan kewirausahaan dan pemerataan ekonomi.
Desa Kreatif sebagai Motor Ekonomi Lokal Teuku Riefky menjelaskan, desa kreatif memiliki peran penting sebagai katalis pemerataan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong desa-desa untuk menghasilkan produk unggulan berbasis kreativitas dan budaya lokal yang kompetitif di pasar nasional maupun internasional,” tambahnya.
Bupati Pelalawan, H. Zukri, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan dukungan yang diberikan untuk memajukan pelaku usaha di daerah tersebut.
“Dengan sinergi pemerintah dan perusahaan seperti APR dan RAPP, kami optimis dapat mewujudkan visi ‘Pelalawan Menawan’ yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah,” ungkap Zukri.
Dukungan Berkelanjutan dari APR
Presiden Direktur APR, Basrie Kamba, menyatakan komitmennya untuk memberdayakan masyarakat sekitar melalui program-program pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif.
“Melalui program pelatihan seperti ini, kami ingin membantu masyarakat sekitar perusahaan, khususnya dalam radius 50 km, agar mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan,” ujarnya.
Selain pelatihan literasi keuangan, APR dan APRIL, perusahaan sister company APR, juga melaksanakan berbagai program pemberdayaan ekonomi, seperti pembinaan pembatik, pelatihan pemasaran digital, dan kerja sama dengan pengrajin lokal.
Dampak Positif bagi Pelaku Usaha Salah satu peserta pelatihan, Yusmaini, pemilik Rumah Batik Yus Pelalawan, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.
“Ilmu yang saya dapat, terutama tentang tata kelola keuangan, sangat membantu pengembangan bisnis saya. Terima kasih kepada APR dan APRIL atas pembinaan yang terus diberikan,” ucapnya.
Saat ini, sebanyak 89 mitra usaha lokal telah merasakan manfaat dari inisiatif yang dijalankan oleh APR dan APRIL. Program ini diharapkan menjadi inspirasi untuk membangun lebih banyak desa kreatif yang mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal. ***