
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Terdakwa pembunuhan dan mutilasi, Dita Desmala dihadirkan sebagai saksi atas terdakwa M Delfi, pada sidang yang digelar Pengadilan Negeri Siak, Selasa (23/12/14).
Dita mengaku, dari 7 korban mutilasi yang dilakukan Delfi, 3 diantaranya dia ikut terlibat. Pertama korban Rendi Hidayat (10), TKP belakang TPU Hiyatul Jannah, Kecamatan Tualang, Siak.
Dua minggu kemudian, pasangan suami istri yang nikah Desember 2012 dan cerai Juli 2013 itu pindah ke Duri. Di sana, mereka menemukan korban kedua, Muhamad Hamdi Al-Iqsan (9), TKP Jalan Stadion Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis. Kemudian, korban ketiga Acik (40), keterbelakangan mental, TKP Jalan Lintas Siak-Duri Kecamatan Mandau, Bengkalis.
"Hanya 3 korban ini saya ikut terlibat bu hakim, saya diancam akan dibunuh kalau tak ikut membantu dia (Delfi, red), semua kemaluan korban dipotong Delfi pakai pisau cater, saya disuruh kocok kemaluan korban, sebelum dipotongnya," kata Dita dihadapan majelis hakim Sorta Ria Neva didampingi dua hakim anggota Rudi Wibowo dan Ira Rosalin. Ikut hadir tiga Jaksa Penuntut Umum, diantaranya, Endang, Indriani dan Surya serta Penasehat Hukum terdakwa Wan Timimi.
Dita menjelaskan, selama berumahtangga dengan Delfi, tidak pernah melihat kelainan mental pada suaminya. "Setahu saya, ayah Delfi tukang sate dan dukun juga," kata Dita.
Korban pertama, cerita Dita, Rendi Hidayat (10), TKP belakang TPU Hiyatul Jannah, Kecamatan Tualang, Siak. Setelah celana korban dibuka, lalu celana panjang korban digunakan Dita untuk mencekik korban hingga meninggal. "Sebelum dibunuh, saya dipaksa kocok kemaluan korban," ujarnya. Selanjutnya, Delfi memotong kemaluan korban, lalu dibungkus dengan daun dan dibawa pulang. Sebelum pulang, jasad korban dibuang ke semak-semak.
"Saya tak tahu, kemaluan itu digunakan untuk apa sama Delfi, sampai di rumah dia tak pernah cerita sama saya," ujar Dita.
Kejadian yang sama juga dilakukan terhadap Muhamad Hamdi Al-Iqsan (9) dan Acik (40), keterbelakangan mental. Namun, saat mencekik menggunakan sarung yang sudah disiapkan Delfi, lalu kemaluan korban dipotong pakai cater dan dibawa pulang.(nal)