PEKANBARU, GORIAU.COM - 'Bersakit-sakit' dahulu sebelum pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif 9 April. Kondisi ini yang dirasakan sebagian besar warga di Provinsi Riau setelah pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) melakukan pemadaman bergilir untuk kemudian menjamin kebutuhan listrik saat pesta demokrasi digelar.

"Namun jelang menghadapi Pemilu Legislatif ini, ada beberapa pembangkit yang terus di pelihara," kata Humas PLN WRKR, Sarno kepada pers di Pekanbaru, Selasa siang (25/3/2014).Akibat dari pemeliharaan ini, demikian Sarno, maka terjadi devisit kelistrikan, khususnya pada saat beban puncak atau malam hari.Ia mengatakan, seluruh daerah yang diliputi sistem interkoneksi, seperti sebagian Kuantan Singingi, Kota Dumai dan Pekanbaru, terkena dampak dari pemeliharaan ini.Untuk Sumatera bagian tengah, demikian Sarno, keseluruhan terkena pengurangan daya kebutuhan energi listrik mencapai 85,3 hingga 90 Mega Watt (MW).Sementara khusus Provinsi Riau, kata Sarno lagi, mengalami devisit mulai 32 hingga 33 MW, meliputi sebagian Kabupaten Kuantan Singingi, Kampar, Dumai, dan Pekanbaru.Ia merincikan, khususnya tiga daerah yang diliputi sistem interkoneksi, salah satunya Pekanbaru, mengalami devisit 23 MW dan telah dilakukan pemadaman secara bergilir sejak beberapa hari lalu.Kemudian di Kota Dumai, kata dia, terjadi devisit sebesar 8 MW dan Rangat serta Kuansing sebesar 2 MW.Dengan demikian, kata dia, saat beban puncak akan dilakukan pemadaman secara bergilir dengan rentan waktu maksimum dua jam. "Tapi biasaya tidak akan sampai selama itu atau kurang dari dua jam. Ini adalah bentuk upaya agar masyarakat tidak begitu terganggu dengan pemeliharaan yang dilakukan," katanya.Sarno mengatakan, perawatan sistem atau pembangkit akan terus dilakukan hingga 28 Maret mendatang. "Mudah-mudahan, saat pelaksanaan pemilihan legslatif 9 April, tidak ada lagi pemadaman bergilir dan pemenuhan kebutuhan listrik kembali normal," kata Sarno. (fzr/ant)