
PEKANBARU – Rencana kunjungan Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Ahmad Heriawan, bersama Wakil Ketua BAM DPR RI, Adian Napitupulu, dan sejumlah anggota ke Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) pada Kamis (10/7/2025), mendapat penolakan keras dari sejumlah elemen masyarakat Riau.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari aduan sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Korban Tata Kelola Pertanahan dan Kehutanan Riau. Mereka mengaku terancam digusur dari lahan yang telah mereka kelola secara legal sejak 1998 karena dinilai berada dalam kawasan TNTN.
Namun, rencana kedatangan tersebut ditentang oleh Aliansi Masyarakat Adat (AMA) Melayu Riau, yang terdiri dari gabungan berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), serta mahasiswa. Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Umum AMA Melayu Riau, Riko Kurniawan SE, pada Rabu (9/7/2025).
“Kami menolak kedatangan Adian Napitupulu karena tujuannya tidak jelas dan berpotensi memperkeruh suasana di tengah upaya penyelamatan TNTN dan hutan Riau. Kehadiran Adian tidak membawa manfaat bagi masyarakat Riau,” tegas Riko.
Ia juga menilai bahwa Adian tidak memahami kultur serta aspirasi masyarakat Riau. “Kedatangannya justru berpotensi merusak citra Riau yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu, serta bisa mengganggu kedamaian dan keharmonisan yang selama ini terjaga,” lanjutnya.
AMA Melayu Riau juga menyerukan agar masyarakat Riau bersatu menolak pihak-pihak yang dianggap ingin mengganggu ketentraman daerah. “Selamatkan Riau dari orang-orang yang ingin merusak kedamaian,” seru Riko.
Selain itu, AMA Melayu Riau meminta semua pihak di Riau untuk tidak memfasilitasi kedatangan Adian Napitupulu dan rombongannya. Mereka juga berencana menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (10/7/2025), yang akan dipusatkan di Bandara Sultan Syarif Kasim dan Kantor Gubernur Riau, dengan estimasi jumlah massa mencapai 1.000 orang. ***