DURI - Dari Kecamatan Pinggir Amril yang juga didampingi istri Kasmarni, meninjau UN ke SMP Negeri 4 Mandau di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Gajah Sakti Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Di SMP Negeri 4 Mandau ini, Amril sedikit agak lama berada. Karena di sekolah inilah dahulu orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini mengeyam dan menyelesaikan pendidikan untuk tingkat SMP.

Kepada para guru di SMP Negeri 4 yang menerima kunjungan dan mendampinginya melakukan meninjau, Amril sempat menanyakan sejumlah nama guru yang pernah mendidiknya dahulu.

"Kami dahulu SMP-nya di sini," ujar Amril bernostalgia kepada sejumlah majelis guru yang sebagian besar 'wajah baru' yang memang tidak mengetahui kalau dia pernah sekolah di sana.

Tentunya hal itu disampaikannya dengan rasa bangga dan disambut perasaan sama oleh majelis guru di sana.

Dari Kepala SMP Negeri 4 Mandau, Amril memperoleh penjelasan bahwa peserta UN tahun ini 396 orang. Semuanya juga hadir.

Usai dari SMP Negeri 4 Mandau, peninjauan dilanjutkan ke SMP Negeri 16 di Jalan Sejahtera, Kelurahan Air Jamban. Dari Kepsek SMP Negeri 16 Mandau H Syahbudin, Amril mendapat penjelasan jumlah peserta UN sebanyak 204 orang dan hadir semuanya.

Dua sekolah terakhir yang ditinjau Amril di hari pertama ini adalah SMP Al Kautsar di Kelurahan Babussalam dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Hubbul Wathan di Jalan Jenderal Sudirman Duri. Masing-masing peserta UN di kedua sekolah ini 102 dan 64 siswa dan semuanya hadir.

Namun demikian, berbeda dengan 7 sekolah lainnya. Saat Amril tiba di MTs Hubbul Wathan sekitar pukul 09.55 WIB, pelaksanaan UN di sana telah usai. Karena batas akhir pelaksanaan UN Pukul 09.30 WIB.

Kedatangan Amril di MTs Hubbul Wathan langsung disambut ketua Yayasan Pondok Pesantren Hubbul Wathan Duri yang menaungi MTs tersebut, Buya Hamka Riau. Sedangkan di SMP Al-Kautsar dia disambut Kepsek H Agusmar.

Dalam melakukan peninjauan di sekolah-sekolah tersebut, kecuali di MTs Hubbul Wathan yang memang sudah selesai, Amril tidak sekalipun memasuki ruangan. Dia hanya memantau dari jauh atau melihat daftar nama-nama siswa yang mengikuti UN yang ditempel di pintu masuk ruangan ujian.

"Aturannya memang begitu. Selain peserta ujian dan mengawas dilarang masuk. Karena itu siapapun harus mematuhinya. Kami kan bukan peserta ujian atau pengawas. Jadi tentunya tak boleh masuk juga," ujar Amril, dengan nada canda kepada GoRiau.com.

Amril menjelaskan, dari 8 sekolah yang ditinjaunya, pelaksanaan UN hari pertama semua berjalan lancar dan tidak ada kendala.

"Alhamdulillah, dari keterangan masing-masing Kepsek dan majelis guru, semua peserta UN hadir. Tidak ada yang tidak hadir. Kami harapan untuk UN tiga hari ke depan, juga demikian. Termasuk juga seluruh sekolah lainnya di Kabupaten Bengkalis dan 100 persen peserta UN tahun 2016 lulus," ujarnya.

Masih kata Amril, bukan hanya di 8 sekolah itu saja. Sesuai penjelasan yang dterimanya dari Pelaksanaan Tugas Kepala Dinas Pendidikan H Heri Indra Putra yang ikut mendampinginya dalam peninjauan tu, seluruh pelakskana UN di SMP sederajat di daerah ini, untuk hari pertama ini perjalan lancar.

Ditambahkan Amril didampingi Plt. Disdik Bengkalis, Heri Indra Putra, jumlah pelajar SMP sederajat di daerah ini yang akan mengikuti UN sebanyak 10.684 siswa. Terdiri 2.226 siswa MTs dan 8.458 siswa SMP.***