
TELUKKUANTAN - Kepolisian Sektor Logas Tanah Darat (LTD), Kuantan Singingi (Kuansing), Riau hampir kecolongan dengan Marulang Sirait (60) yang sehari-hari bekerja di Tabloid Lintas Kriminal. Sebab, petugas sedikit pun tidak menaruh curiga terhadap dirinya atas kasus pemerkosaan yang dialami dua ABG bersaudara, sebut saja Mawar (13) dan Melati (15).
"Awalnya kita sama sekali tidak curiga dengan beliau, Marulang Sirait ini," ujar Kapolsek LTD, AKP Karlos kepada GoRiau.com, Jumat (8/4/2016) pagi.
Lanjut Karlos, kakek yang mengaku sebagai wartawan tersebut ikut mengamankan Jonson Sirait bersama anaknya Jeki Tua Sirait.
"Dia ikut bersama kita ke kantor. Bahkan, dia yang membela kedua korban di hadapan petugas. Setelah selesai, kan mau salam-salam lagi," kata Karlos.
"Ketika Marulang mau menyalami korban, keduanya menolak sambil memalingkan muka. Langsung aku tanya, kenapa tak mau salam sama opung? Mereka diam saja. Waktu itu, aku mulai bertanya-tanya dalam hati, ada apa? Tapi tak terpikir demikian," beber Karlos.
Karlos mempersilahkan Marulang untuk pulang ke Dusun Simpang Kampar Desa Lubuk Kebun. Sementara, dua korban tetap tinggal di Polsek.
"Setelah kita tanya ulang, mereka (korban) mengaku kalau oknum wartawan tersebut ikut mengagahinya. Langsung malam itu juga kami jemput," jelas Karlos. Penangkapan Marulang dilaksanakan pada Rabu (6/4/2016) malam, sementara dua pelaku lainnya pada siang hari.
Saat dijemput ke rumahnya, lanjut Karlos, ternyata Marulang sudah berkemas siap-siap untuk melarikan diri. Ia langsung digelandang menggunakan mobil patroli.
"Warga kan lihat dia diamankan, langsung masyarakat batak di Simpang Kampar ke Polsek menanyakan kenapa diamankan. Saya jelaskan kondisinya dan masyarakat sangat marah," terang Karlos.
Dikatakan Karlos, sebelum kasus tersebut ditangani oleh polisi, oknum wartawan tersebut telah terlebih dahulu mendatangi korban. "Cerita mengenai dua korban yang jadi pemuas nafsu kakek dan pamannya sudah beredar di masyarakat."
"Nah, kesempatan ini digunakan oknum wartawan untuk mendekati korban. Dia bilang, dia akan membantu dan sudah menghungi polisi," tutur Karlos.
"Kedua korban dibawa ke sebuah panggung, di sana mereka ditanya oleh Marulang secara silih berganti. Ternyata, dia langsung melakukan perbuatan tak senonoh. Korban ini diancam, jika tidak mau melayaninya," tambah Karlos.
Bahkan, Marulang memperlihatkan film porno di HP-nya, agar kedua ABG bersaudara ini terangsang.***