PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, Firdaus menyoroti kasus mogoknya bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) dalam melakukan pelayanan masyarakat, sejak Senin (20/12/2021) kemarin. Ia mengatakan, akan segera memanggil Dinas Perhubungan (Dishub), PT SPP dan PT TPM terkait TMP tersebut.

"Nanti saya akan minta tanggung jawab dari Dishub selaku OPD pembinanya, juga PT SPP dan TPM. Karena sekarang belum ada laporan resmi ke saya," ujarnya, Kamis (23/12/2021).

Ia menjelaskan, pihaknya sangat menyayangkan aksi mogok tersebut terjadi. Aksi mogok yang dikarenakan keterlambatan gaji ini juga sudah berkali-kali terjadi.

"Sangat kita sayangkan ini, maka nanti kita panggil mereka," jelasnya.

Direktur PT Transportasi Pekanbaru Madani (TPM), Azmi mengakui aksi mogok dengan alasan gaji tertunggak ini sudah berulang kali terjadi. Pihaknya sendiri sudah berkomunikasi dengan BPKAD Pekanbaru dan pihak pramudi untuk mencari solusi bersama.

"Tahun ini mungkin sudah dua atau tiga kali (aksi mogok, red). Karena memang gaji mereka belum dibayar untuk bulan November dan Desember," ujarnya, Selasa (21/12/2021).

Ia menjelaskan, gaji pramudi tersebut memang beberapa kali tertunda dikarenakan kondisi keuangan. Sejak beberapa waktu dalam pandemi Covid-19 ini, jumlah bus yang diaktifkan sebanyak 40 unit dengan masing-masing bus memiliki dua supir dan dua orang pramugara. ***