PEKANBARU - Pemilihan Umum Raya (Pemira) yang tengah berlangsung di Universitas Riau (Unri), Selasa (28/11) ricuh. Akibatnya, panitia pemilihan terpaksa menunda pengumuman hasil perolehan suara kedua calon setelah terjadi aksi protes dan pemukulan yang melibatkan wakil ketua umum berinisal MAS.

Kericuhan dipicu oleh dugaan kecurangan dalam proses Pemira yang dilakukan oleh panitia. Protes ini berujung pada pemukulan terhadap wakil ketua umum, MAS, yang dikabarkan dilakukan oleh seorang mahasiswa bernama TG.

Informasi yang berhasil dirangkum oleh GoRiau.com di lapangan mencatat bahwa MAS mengalami pemukulan menggunakan helm oleh TG. Pemukulan ini menjadi titik awal munculnya gesekan antar-mahasiswa, khususnya dari fakultas teknik, yang langsung mencari keberadaan pelaku pemukulan.

Menanggapi insiden tersebut, TG menyampaikan alasan pemukulan, menyebut bahwa MAS telah menghina dirinya dengan kata-kata yang tidak pantas. Meski MAS mengalami pemukulan, TG mengklaim bahwa korban tidak mengalami luka serius, bahkan sempat menjalani salat setelah kejadian tanpa menunjukkan tanda-tanda cedera yang signifikan.

Di saat massa mahasiswa teknik mencari pelaku, TG telah meminta maaf secara terbuka kepada MAS. Permintaan maaf ini disampaikan saat massa mahasiswa teknik mengunjungi gedung DPM Universitas Riau. TG menyatakan penyesalannya atas insiden pemukulan yang menyebabkan kericuhan. ***