PEKANBARU - Puluhan pedagang kaki lima di Jalan HR Soebrantas menyimpan cerita tersendiri di balik penertiban lapak mereka. Sebuah isu mengenai penataan kawasan demi kenyamanan swalayan baru ternyata sudah santer terdengar sebelum Satpol PP Kota Pekanbaru turun tangan membersihkan area tersebut, Senin (15/6/2026).

Seorang pedagang yang minta namanya disamarkan, Budi mengungkap bahwa kabar penggusuran sudah beredar luas di grup komunikasi sesama penjual. Ia menyebut informasi itu menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut, jauh hari sebelum alat berat meratakan lokasi.

"Waktu itu ada yang bilang kawasan ini akan ditertibkan karena bangunan Budiman Swalayan sudah hampir selesai. Informasinya beredar dari mulut ke mulut dan grup WhatsApp," ungkap Budi.

Meski isu tersebut menjadi perbincangan hangat, Budi mengakui tidak pernah melihat ada bukti atau dokumen resmi yang membenarkan rumor itu. Para pedagang hanya mengaitkan rencana penertiban paksa dengan jadwal mulai beroperasinya Swalayan Budiman.

Rekan sesama pedagang, Rahmat juga mengamini adanya desas-desus tersebut. Spekulasi makin menguat karena lokasi lapak yang dibongkar berada tepat di depan bangunan komersial yang bersangkutan.

"Di grup WhatsApp pedagang memang sempat ada pembahasan itu. Katanya setelah pembangunan Budiman selesai, kawasan depan akan dibersihkan," jelasnya.

PKL Panam Bongkar Sendiri Lapak

Pemerintah Kota Pekanbaru bertindak tegas membersihkan puluhan lapak pedagang kaki lima di sepanjang Jalan HR Soebrantas karena melanggar aturan daerah milik jalan (DMJ). Penertiban yang berlokasi di depan Swalayan Budiman ini tak lepas dari isu miring yang terlanjur menyebar di kalangan warga, Senin (15/6/2026).

Secara resmi, pemerintah beralasan bahwa keberadaan lapak-lapak tersebut menyalahi ketentuan tata ruang dan dinilai mengganggu fungsi fasilitas umum. Surat pemberitahuan dan peringatan pun telah diedarkan sebelum proses penertiban berjalan.

Di sisi lain, narasi berbeda justru ramai dibahas para pedagang. Budi, seorang pedagang setempat menuturkan adanya kabar liar bahwa pembongkaran berkaitan erat dengan selesainya pengerjaan bangunan Swalayan Budiman.

"Kami cuma dengar cerita yang beredar saja. Yang pasti memang sebelum pembongkaran isu itu sudah ramai di antara pedagang," katanya.

Senada dengan Budi, pedagang lainnya, Rahmat juga membenarkan bahwa spekulasi itu terus mengalir di berbagai obrolan daring sesama PKL. Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari otoritas terkait untuk meluruskan asumsi publik.

"Di grup WhatsApp pedagang memang sempat ada pembahasan itu," tambahnya memastikan ramainya isu sebelum hari eksekusi. ***