
BENGKALIS, GORIAU.COM â Langkah berani akan diambil Pemkab Bengkalis demi menolang petani karet yang terjepit akibat anjlokya harga. Pemkab berencanakan mengalokasikan dana talangan untuk membeli karet rakyat pada saat harga jatuh ke titik terendah.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh kepada wartawan usai memimpin rapat dengan kepala desa dan lurah se-Kabupaten Bengkalis, Rabu (19/9) kemarin. Dalam pelaksanaannya, pola sistem ini nantinya akan dikelola oleh wadah khusus.
''Karena ini rencana baru, kita akan disampaikan dan diskusikan dulu dengan anggota DPRD Bengkalis. Apalagi ini menyangkut anggaran,'' ujar Herliyan.
Dijelaskan petani karet dan sawit akhir-akhir ini merasakan dampak yang luar biasa ketika harga dua komoditi pertanian tersebut jemblok ke level terendah selama 10 tahun terakhir. Pada pertemuan dengan seluruh kepala desa dan lurah, mereka menyampaikan persoalan anjloknya harga karet dan sawit.
Hanya saja meski yang dipersoalkan adalah dua komiditi, namun Bupati mengaku dirinya tidak begitu mengkhawatirkan untuk produk sawit karena tidak separah karet dan terjadinya tidak sesering karet. ''Kalau disetujui dewan, kita akan berusaha untuk memperjuangkannya dalam program jangka panjang,'' tegasnya.
Dengan adanya dana talangan, maka ketika harga karet anjlok dan berada di level terendah, pemerintah bisa membeli hasil panen petani karet dengan dana talangan yang sudah dipersapkan dan dikelola dalam satu wadah. ''Kita prihatin ketika harga satu kilo ijol itu tidak lagi bisa membeli satu kilo beras. Saya kira ada tata niaga yang tidak pas, monopoli dan lainnya, sehingga petani karet dirugikan,'' imbuhnya lagi.
Langkah lain yang akan diambil kata Bupati, melakukan operasi pasar yang dikhususkan bagi para petani. Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh kades dan lurah untuk mendata atau menginventarisir jumlah petani karet dan sawit yang ada di desa masing-masing, termasuk hasil produksi petani.
''Kita ingin tahu database, berapa jumlah petani karet dan kelapa, berapa hasil produksi mereka. Data ini penting untuk lamgkah-langkah yang bakal diambil pemerintah di masa mendatang,'' sebutnya.
Bupati berpesan kepada para petani karet agar menjadi petani yang jujur dan bertanggungjawab. Jatuhnya harga karet, salah satu penyebabnya karena kwalitas karet itu sendiri yang kurang baik. seperti memasukkan sesuatu benda ke dalam ojol, dengan tujuan agar ojol yang ditimbang menjadi lebih berat.
''Seperti yang disampaikan kades tadi malam itu, ada petani yang memasukkan kelapa, batu, pasir bahkan monyet pun dimasukkan ke dalam ojol. Sifat seperti ini sangat tidak terpuji dan akan merugikan petani itu sendiri,'' pesan orang nomor satu di Negeri Junjungan ini.(jfk)