
BENGKALIS, GORIAU.COM - Pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) yang merupakan program strategis nasional dalam upaya mengatasi tingginya pertumbuhan penduduk, belum terlaksana dengan baik di Kabupaten Bengkalis. Kendala yang dihadapi saat ini adalah kekurangan tenaha penyuluh.
Hal ini diakui Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Bengkalis Farida Hamid melalui Kepala Bidang KB dan Kualitas Keluarga Sejahtera Mardiani Tarmizi, Kamis (10/1/2013).
''Jumlah tenaga penyuluh kita belum sesuai standar nasional. Jumlahnya sangat terbatas. Bengkalis perlu 52 tenaga penyuluh KB, tapi sampai sekarang belum terpenuhi. Terutama untuk daerah terpencil,'' tambahnya.
Dijelaskan, saat ini ada 102 desa di Bengkalis. Ideal ada satu tenaga penyuluh untuk dua desa atau 52 dua tenaga penyuluh ditambah 25 koordinator. ''Kita berharap, ke depan jumlah tenaga penyuluh bisa ditambah, paling tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan,'' tegasnya. (jfk)